Cabai
Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat, adanya kenaikan di sejumlah komoditas khususnya kelompok I yaitu pada kelompok bahan makanan dan minuman. Hal ini berdasarkan hasil perkembangan Indeks Harga Konsumen dan Inflasi Kota Denpasar per Desember 2020.

Dari data tersebut menyebutkan, pada bulan Desember 2020, Kota Denpasar tercatat mengalami inflasi setinggi 0,62 persent, yang ditunjukan dengan peningkatan Indeks Harga Konsumen dari 103,58 pada November 2020 menjadi 104,22 pada Desember 2020. Sementara itu, tingkat inflasi berdasarkan tahun kalender (year to date YTD) sama dengan tingkat inflasi tahun ke tahun yaitu setinggi 0,55% (yoy).

Hal tersebut menutup tahun 2020 sekaligus memasuki bulan kesepuluh pandemic Covid–19, yang juga mempengaruhi perkembangan harga berbagai komoditas konsumsi di Kota Denpasar secara umum menunjukan adanya peningkatan.

Baca Juga :  Gubernur Koster Ingin Tingkatkan Kerja Sama Bali dengan Jepang

Berdasarkan hasil pemantauan perkembangan harga barang dan jasa tersebut, sepanjang Desember 2020 hingga Januari 2021, di Kota Denpasar komoditas yang tercatat mengalami peningkatan harga atau memberikan sumbangan terbesar inflasi, antara lain cabai merah, cabai rawit, tomat, daging babi, bawang merah, dan jeruk.

Komoditas yang tercatat ini memberikan persentase rata–rata kenaikan harga terbesar pada kelompok ini, antara lain cabai rawit sebesar 64,75%, cabai merah sebesar 30,49% dan tomat sebesar 43,95%.

Adanya peningkatan harga pada sejumlah komoditas tersebut sejalan dengan peningkatan permintaan di tengah libur akhir tahun, serta tingginya curah hujan di Bali yang mempengaruhi kestabilan pasokan komoditas tersebut dan pendistribusiannya ke masyarakat, sehingga juga mempengaruhi kenaikan harga yang cukup signifikan pada komoditas konsumsi di Kota Denpasar.

Baca Juga :  Kasus Positif Covid-19 Kembali Melonjak di Kota Denpasar

Akmulasi perhitungan tersebut diperoleh dari hasil membandingkan dengan inflasi yang terjadi dari tahun ke tahun, maka terdapat perbedaan  yang cukup besar sehingga mengisyaratkan perlunya perhatian yang lebih lanjut. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here