Rumah Duka
Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, JEMBRANASuasana duka yang masih menyelimuti keluarga Ni Negah Narmi (60) asal Br. Kepuh, Desa Mendoyo Dauh Tukad, selepas kedua anak laki-lakinya yang kelak menjadi harapan masa depan keluarga, harus pergi meninggalkan keluarga untuk selama-lamanya di usianya yang masih sangat muda yaitu 20 dan 17 tahun, akibat tenggelam di sungai Pecegur di desa setempat, Jumat (1/1/2021) lalu menjadi perhatian bagi Bupati Jembrana, I Putu Artha.

Didampingi Pj. Sekda Kabupaten Jembrana, I Negah Ledang serta Kepala OPD di Lingkup Pemkab Jembrana, Bupati Artha melayat ke rumah duka di Br. Kepuh Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Selasa (5/1/2021).

Di tengah keluarga yang masih berduka dan begitu terpukul dengan kejadian tersebut, Bupati Artha berharap pihak keluarga dapat mengikhlaskan kepergian dua putranya yaitu Gusti Ngurah Komang Suka Suarsana (20) dan Gusti Ketut Budiana (17), dan tabah dalam menghadapi cobaan.

Baca Juga :  Dandim Terjun Langsung ke Lapangan, Pastikan Kesiapan Ketahanan Pangan di Kabupaten Jembrana

“Turut berduka cita atas musibah yang dialami, saya harap keluarga korban tabah dan ikhlas,” ujar Artha.

Selain bantuan sosial, secara pribadi Bupati Artha memberikan bantuan kepada keluarga korban untuk meringankan beban keluarga korban yang diterima langsung oleh Ni Negah Narmi, ibu dari Almarhum.

“Tidak sebanding dengan kehilangan yang dialami, namun semoga ini dapat membantu keluarga,” ucap Artha.

Jenazah I Gusti Ngurah Komang Suka Suarsana dan I Gusti Ketut Budiana dimandikan Selasa (5/1/2021) sore. Selanjutnya Upacara pengabenan sendiri akan dilangsungkan pada hari Kamis (7/1/2021) pagi. (agg/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here