Perokok
I Made Kerta Duana, Sumber Foto : aar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASARBerbagai upaya telah dilakukan oleh semua pihak dalam rangka mensosialisasikan dampak buruk dari rokok. Tidak terkecuali upaya yang dilakukan oleh Udayana Center, Universitas Udayana.

Dalam perannya terkait kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Upaya Pengendalian Bahya Rokok, yang menekankan pentingnya tanggung jawab bersama, serta pemerintah dan pemangku kepentingan melalui sinergrgitas program pengendalian bahaya rokok di masyarakat.

Dalam hal ini, Center for NCDs, Tobacco Control and Lung Health, Udayana Central, juga mengajak peran serta media untuk mewujudkan bali yang sehat tanpa rokok, pada kegiatan diskusi yang digelar di Nilo Coffe & Kitchen, Denpasar, Sabtu (5/12/2020).

Keprihatinan akan bahaya rokor terus disuarakan berbagai pihak, upaya yang digelar juga dikampanyekan untuk mencegah meningkatnya angka perokok usia dini. Hal ini yang menjadi dasar bagi Udayana Central, dengan juga mengajak awak media untuk bersama – sama menggaungkan akan bahaya dari rokok tersebut di masyarakat.

Baca Juga :  Perubahan SE Gubernur Nomor 01/2021, Perjalanan Transportasi Udara Wajib Tunjukkan Hasil Negatif Uji Swab PCR 2x24 Jam Sebelum Keberangkatan

Menurut I Made Kerta Duana dari Udayana Central, Universitas Udayana mengatakan. Indonesia merupakan Negara dengan jumlah perokok tertinggi ketiga di dunia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI tahun 2018, prevalensi perokok usia 10–18 tahun di Indonesia menunjukan peningkatan dari 7,2% pada tahun 2013 menjadi sebesar 9,1% pada tahun 2018.

Sedangkan perokok dewasa laki–laki, mencapai 64,9% dan wanita sebesar 2,1. Dari data tersebut juga menunjukan bahwa sebesar 18,9% penduduk di Provinsi Bali adalah perokok aktif, sehingga dapat dikatakan jumlah perokok di Indonesia adalah sebesar 28,8% dari total jumlah penduduknya.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here