HAS 2020
Petugas Melakukan Test HIV di Dinkes Provinsi Bali. Sumber Foto : (aar/bpn)

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASARDalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia 2020, Senin (1/12/2020). Dinas Kesehatan Provinsi Bali dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA BALI), menggelar kegiatan Tes HIV serentak.

Menindaklanjuti surat dari Direktur P2PML, Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia nomor PM.02.05/3/3406/2020, terkait pelaksanaan Hari AIDS Sedunia (HAS) Tahun 2020. Kegiatan tes HIV serentak di Provinsi Bali digelar di Ruang Pertemuan VIP, kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar.

Didasari atas situasi masalah HIV/AIDS, yang dilaporkan sampai dengan September 2020, di Provinsi Bali sendiri mencatat ada 23.993 orang terinfeksi HIV dan sebanyak 9.270 orang terinfeksi AIDS.

Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi Bali melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA BALI) dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, melaksanakan program penanggulangan HIV/AIDS, dengan metode maintenance treatment yang meliputi kegiatan tes HIV serentak untuk mengurangi dampak buruk dari suatu kegiatan khususnya hal penularan HIV/AIDS yang ada di masyarakat.

Baca Juga :  RSUD Wangaya Gelar Simulasi Vaksinasi Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya mengatakan, selain dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS 2020), kegaitan yang dilaksanakan kali ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman yang tentang penularan virus HIV/AIDS itu sendiri, selain itu, kegiatan ini juga sebagai upaya Pemerintah Provinsi Bali, dalam hal menekan angka kasus baru penularan HIV/AIDS di Bali dan juga untuk menurunkan angka kasus kematian dari virus HIV/AIDS tersebut di Provinsi Bali.

“Maka hari ini dalam rangka Hari AIDS Sedunia, sebenarnya kita ingin mengingatkan, bukan untuk merayakan ya, untuk mengingatkan masyarakat tentang bahayanya penularan virus HIV/AIDS. Orang yang terkena HIV/AIDS tidak perlu dihindari, karena kan tidak menular secara langsung, karena virus ini menular melalui hubungan seksual, dan prilaku seks yang menyimpang,” ujar Ketut Suarjaya.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here