Lembayung Kuruksetra Mahabharata dibagi dalam empat bagian. Pertama, prolog yang menggambarkan ketokohan seorang Bisma dalam Mahabharata, sebagai putra dari Prabu Santanu dan Dewi Gangga. Ia juga kakek dari Pandawa maupun Kurawa.
Bagian berikutnya dilanjutkan dengan perang antar bala tentara Pandawa dan Korawa, lalu perang Arjuna versus Bisma. Karena ketangguhan Bisma yang berada di pihak Kurawa, pasukan Pandawa pun sempat dibuat tak berdaya hingga Yudistira pun patah arang.
Lalu munculah Krisna menguatkan hati Yudistira. Krisna membeberkan bahwa Bisma punya kelemahan yakni Srikandi. Hanya Srikandi yang bisa mengalahkannya.
Pertempuran sengit di Medan Kurusetra berlanjut. Hingga pada suatu titik kereta kuda Arjuna yang didampingi Srikandi berhadapan dengan kereta Bisma. Melihat kehadiran Srikandi, Bisma kaget dan terlena. Dosa masa lalu pada Srikandi membuatnya merenung di medan laga. Krisna langsung memerintahkan Srikandi dan Arjuna membentangkan busur panah ke tubuh Bisma.
Dalam hitungan detik, tubuh Bisma ditembus ratusan anak panah. Kekalahan Bisma mengubah angin kemenangan ke pihak Pandawa hingga akhirnya memenangkan peperangan. Sementara Bisma yang dianugrahi kemampuan menentukan waktu kematiannya, memilih menyaksikan perang hingga akhir dengan tersangga ratusan anak panah yang menembus tubuhnya.(ads/bpn)













