Baliportalnews.com
Selalu terhubung dengan kami.

“Ada 160 anggota kami yang siap untuk kerja sama ini. Kedepannya akan ada pertemuan untuk membahas lebih dalam lagi terkait kerja sama ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, bukan hanya buah lokal yang siap diserap, namun kedepannya pihaknya juga akan menyerap hasil pertanian lainnya seperti beras, dan juga olahan makanan.

“Kita mulai dari yang sederhana dulu, seperti buah mangga, buah anggur, atau buah-buahan lain. Untuk pangan yang lain, nanti Dinas terkait bisa bekerja sama dengan kami, dan kami akan buatkan sistem cara pemesanan, pengiriman, harga produknya dan kualitas produknya,” Imbuhnya.

Baca Juga :  Bupati Sutjidra Luncurkan Mobil Samsat Keliling untuk Mudahkan Layanan Pajak Kendaraan

Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST mengatakan, Saat ini yang paling penting kita harus menghitung supply (pasokan) dan demand (permintaan). Jika sudah ada permintaan, Pemerintah dan petani akan mengatur pasokan yang ada. Ia menambahkan, penyediaan buah dimulai dari pembibitan dan pemeliharaan.

“Teknologi pertanian organik memang penting, namun lebih penting lagi ketika hasil pertanian tersebut ada yang menyerap,” ucap Bupati Suradnyana. (joz/humas-bllng/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News