Bencana
Pelaksanaan Pembukaan Pembentukan dan Bimtek Tanggap Bencana di Desa Dauh Puri Kaja, Sabtu (7/11/2020). Sumber Foto : Humas Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASARSebagai upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menanggulangi bencana, Desa Dauh Puri Kaja menggelar Pembentukan dan Bimtek Tanggap Bencana. Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Perbekel Desa Dauh Puri Kaja ini dibuka Camat Denpasar Utara, I Nyoman Lodera pada Sabtu (7/11/2020).

Dalam sambutanya Camat Denpasar Utara, I Nyoman Lodera mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan hari ini merupakan langkah awal dan maju guna mengantisipasi adanya bencana di kemudian hari. Dimana, kita tidak bisa memprediksi kapan bencana akan datang, sehingga diperlukan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sejak dini guna meminimalisir resiko dikemudian hari.

Lebih lanjut dijelaskan, ada tiga jenis bencana yang harus kita waspadai. Yakni bencana alam, bencana non alam dan bencana sosial, dengan dilaksanakanya pembukaan pembentukan dan bimtek ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan jika terjadi bencana nantinya.

Lodera menjelaskan bahwa kegiatan yang melibatkan perangkat desa, kadus/kaling serta elemen masyarakat lainya ini diharapkan mampu menjadi pionir di masyarakat. Sehingga jika nantinya terjadi bencana sesegera mungkin dapat diatasi dengan meminimalisir resiko di lapangan.

Baca Juga :  Makin Ramah Lingkungan, Bali Luncurkan SPBKLU, PLTS Fotovoltaik dan Transportasi Daring KBL

“Sesuai dengan UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana maka kegiatan kali ini bagai gayung bersambut untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ncaman bencana,” jelasnya.

Ditambahkannya bahwa tentu dengan dibentuknya Tenaga Tanggap Bencan Desa Dauh Puri Kaja ini dapat secara berkelanjutan mendukung kesiapsiagaan bencana sebagai upaya penanggulangan bencana.

“Kami berharap dapat memberikan dampak positif serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penanggulangan bencana yang menjadi tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Sementara Perbekel Desa Dauh Puri Kaja, I Gusti Ketut Sucipta mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan ini sebagai bentuk kewaspaan serta menggugah kepedulian masyarakat untuk selalu waspada terhadap bencana. Sehingga nantinya kemungkinan adanya resiko dapat diminimalisir.

“Harapanya dapat menggugah partisipasi dan kepedulian masyarakat tentang pentingnya mitigasi, penanggulangan dan kesiapsiagaan bencana,” pungkasnya. (ags/humas-dps/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here