Hari Sumpah Pemuda
Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Husein Sagaf, SH. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Sumpah Pemuda dicetuskan pada 28 Oktober 1928 atau telah berusia 92 tahun. Semangat kebersamaan dari sejumlah organisasi kepemudaan saat ini seperti Jong Java, Jong Sumatera, Jong Celebes, Jong Borneo, Jong Ambon dan yang lainnya telah menanamkan tonggak sejarah persatuan bangsa yang mereka ikrarkan dalam Sumpah Pemuda yaitu berisikan pernyataan sumpah untuk Bertanah Air Satu Tanah Air Indonesia, Berbangsa Satu Bangsa Indonesia dan Berbahasa Satu Bahasa Indonesia.

Apa yang diikrarkan saat itu merupakan kesepakatan dan kemufakatan bersama bagi kaum muda atas kesadaran berbangsa untuk meninggalkan sekat-sekat kedaerahan dan mulai menjunjung nasionalisme kebangsaan.

Perjuangan sebelumnya yang begitu lama yang bersifat kedaerahan yang hasilnya tidak maksimal untuk menuju kemerdekaan telah menyadarkan para pemuda saat itu untuk mengubah perjuangan menghadapi kolonialisme dengan persatuan dan semangat nasionalisme.

Buah idealisme dan perjuangan ini akhirnya berbuah manis dengan mampunya Bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 atau 17 tahun setelah ikrar Sumpah Pemuda.

Baca Juga :  MPC Pemuda Pancasila Bagi-bagi Nasi Bungkus

Demikian disampaikan Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Husein Sagaf, SH ketika diminta pandangannya terkait refleksi 92 tahun peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2020) di ruang kerjanya.

“Semangat yang dikobarkan para pemuda saat itu adalah wujud keikhlasan perjuangan tanpa pamrih, rela berkorban, cinta tanah air, mengutamakan persatuan dan kesatuan yang menjadi suri teladan bagi generasi bangsa seterusnya, termasuk bagi kita yang saat ini telah diwariskan kemerdekaan dan tugas tanggung jawab untuk mengisi dengan pembangunan,” ujar Danrem.

Dikatakan, kendala yang dihadapi memang tidak ringan, termasuk apa yang dihadapi pada perjuangan para pemuda di masa lalu. Kemudian dalam perjalanan bangsa ini menghadapi berbagai bentuk ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan (AGHT) yang tidak ringan baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

“Namun, kita patut bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa dan juga mengapresiasi terhadap komitmen bersama di tengah banyaknya perbedaan dan kemajemukan Bangsa Indonesia sampai saat ini tetap eksis. Ini juga tidak terlepas dari komitmen kita meyakini akan Pancasila sebagai asas tunggal kehidupan berbangsa dan bernegara, lalu kita memiliki konstitusi UUD Negara Republik Indonesia 1945 sebagai sumber hukum tertinggi di Indonesia, kita dibingkai dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Berbhinneka Tunggal Ika. Empat konsensus kebangsaan inilah menjadi modal penting bagi keberadaan bangsa kita saat ini,” tegasnya.

Baca Juga :  Gubernur Wayan Koster Dukung Reformasi Perizinan

Korelasi semangat Sumpah Pemuda dihadapkan pada kondisi bangsa saat ini di tengah pandemi Global Covid-19, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, SH melihatnya sebagai suatu motivasi dan energi bagi kita semua untuk dapat menghadapi kondisi saat ini dengan kebersamaan tanpa harus saling menyalahkan.

“Kondisi yang terjadi saat ini harus menjadi pemahaman bagi setiap orang, karena terjadinya wabah seperti Covid-19 bukanlah kehendak kita. Pemerintah dan seluruh komponen bangsa sudah berjuang untuk mengatasi dan perjuangan kita belum berakhir sebelum pandemi ini dinyatakan aman dan kita benar-benar terbebas,” kata Danrem.

Danrem berpandangan dengan merefleksikan diri pada semangat Sumpah Pemuda maka akan mampu mengatasi kesulitan yang ada. Kuncinya ada dalam kebersamaan serta persatuan dan kesatuan bangsa. Bersatu dan bangkit selaras dengan tema Hari Sumpah Pemuda Tahun 2020 ini. (dar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here