Pengolahan Sampah
Sumber Foto : Humas Buleleng

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENGMengoptimalkan upaya penanggulangan dan pengelolaan sampah di Buleleng, Tempat Pengelolaan Sampah Reuse-Reduce-Recycle (TPS 3R) dibangun di Desa Baktiseraga Kecamatan Buleleng. Pembangunan ini merupakan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (Kemen PUPR RI) melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Bali.

Bangunan TPS 3R ini diresmikan oleh perwakilan BPPW Provinsi Bali bersama dengan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, bertempat di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Senin (19/10/2020).

Usai peresmian, Agus Suradnyana berharap TPS 3R yang dibangun di Desa Baktiseraga ini nantinya akan menjadi percontohan TPS 3R lain yang dibangun di Buleleng. Untuk mengantisipasi dan meminimalisir terjadinya bencana alam di Buleleng, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng saat ini tengah fokus pada upaya pencegahan banjir di seputaran kota. Salah satunya dengan pembangunan TPS 3R ini. Permasalahan sampah yang selama ini menjadi penyebab utama banjir dapat diatasi secara bertahap.

“Tahun depan kita masih ada sembilan usulan lagi. Ada juga rencana pembuatan sodetan di Jalan Pulau Lombok. Disini kita lihat masalah sampah di Desa Baktiseraga ini sudah menurun drastis,” ujarnya.

Baca Juga :  Usulan Pinjaman PEN, Pemkab Buleleng Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi masalah sampah. Pembuatan regulasi tentang sampah telah dibuat yakni Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 47 Tahun 2019 serta Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 1 Tahun 2019. Namun yang terpenting disini bagaimana orang yang menggerakkan dari tingkat paling bawah dalam memberikan edukasi kepada warganya.

“Saya berharap sekali kepada masyarakat Desa Baktiseraga, mudah-mudahan semua menyadari bahwa masalah sampah ini merupakan masalah besar di kehidupan kita. Jika suatu teknis penanggulangan sampah tidak didukung dengan kesadaran diri, tidak akan mengurangi dampak dari masalah sampah,” ungkap Agus Suradnyana saat memberikan sambutan.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) Provinsi Bali, I Wayan Andi Suryantara menjelaskan terkait sembilan usulan Pemkab Buleleng dalam pembangunan TPS 3R sebagai upaya dalam mengatasi sampah akan dilakukan pemilahan terlebih dahulu. Yang mana yang benar-benar siap baik itu dari lahannya, partisipasi masyarakatnya dan komitmen dari perbekelnya sendiri.

“Jadi ada pertimbangan lagi, mungkin dari sembilan itu kita akan kerucutkan menjadi lima yang benar-benar siap agar nantinya TPS 3R dapat berjalan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Buleleng Mulai Rangkum Kuliner “Sobean” Khas Buleleng

Ditemui dilokasi yang sama, Perbekel Desa Baktiseraga Gusti Putu Armada mengungkapkan TPS 3R akan mendukung keberlangsungan manajemen sampah yang sudah terbentuk sebelumnya. Sebanyak 13 jejaring pemungut sampah rumah tangga yang dibentuk ditekankan agar menyampaikan kepada langganannya untuk memulai memilah sampah baik organik maupun anorganik. Kemudian setelah dipilah dirumah masing-masing, lanjut akan diolah di TPS 3R. Dengan begitu diharapkan sampah tersebut tidak langsung dibawa ke TPA seperti sebelumnya.

“Disamping TPS 3R kami juga sudah punya Lubang Daur Ulang Sampah (Bang Daus) sebanyak sembilan lubang. Kalau sampah organik yang kita proses di TPS 3R penuh, kita akan proses di Bang Daus. Mudah-mudahan prosesnya berjalan lancar,” pungkasnya.  (rma/humas-bllng/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here