SMI
CEO PT. SMI, Andreas Andreyanto. Sumber Foto : dar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pandemi Covid-19 mengakibatkan banyak bisnis berguguran. Namun demikian masih ada bisnis yang mampu bertahan, dan bahkan ada bisnis baru yang tumbuh seperti bisnis online dan bisnis jaringan (network). Salah satu bisnis jaringan yang mampu eksis dimasa sulit ini adalah NET89.

“Ini adalah sebuah solusi bagaimana kita memberikan peluang bisnis baru kepada orang-orang karena bisnis jaringan bisa dijalankan dimana saja. NET89 punya semua itu, produk kita online dan dijalankan dengan modal yang sangat kecil, dan kita sudah punya sistem yang mapan/jadi sehingga bisa gampang diduplikasi,” ujar Andreas Andreyanto, CEO PT. SMI.

Dimasa pandemi ini NET89 justru mampu melakukan ekspansi dan bisa memberikan penghasilan yang layak kepada orang-orang yang bekerja sama.

NET89 (di bawah PT. Simbiotik Multitalenta Indonesia/SMI) merupakan paltform digital dalam bentuk E-book yang menjadi panduan solusi praktis dalam belajar membuat automatisasi trading dengan sistem robot (auto roboting) yang sudah dipercaya oleh para trader dan investor diberbagai belahan dunia.

“Sebagai perusahaan network, NET89 mampu berkembang cukup pesat sehingga kita membutuhkan pengembangan kemampuan dari orang-orang kita. Kita punya produk yang tidak dimiliki oleh kompetitor, jadi kita berikan edukasi kepada orang-orang bagaimana caranya mendevelop sebuah software untuk dirinya sendiri,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bupati Suwirta Tinjau Pamsimas Desa Nyalian

Atas dasar itulah NET89 menggelar Business Development Training (BDT) untuk wilayah Denpasar bertempat di Hotel Aston, Denpasar, Sabtu (17/10/2020). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para member supaya memiliki kemampuan lebih dalam mengembangkan jaringannya.

“Jumlah member kita di Indonesia sekitar 40 ribu dan bisnis ini berkembang di 14 negara. Di Indonesia sendiri sudah berjalan hampir 3 tahun, jaringan kita juga sudah cukup besar sehingga tentunya kita ingin membangun brand image dan lain-lain yang lebih matang,” ungkapnya.

BDT menghadirkan pembicara Drs. H. Agus Salim, MSi (Direktur FastTrack89 Support System) dan AA Putu Wisnawa (Leader Sapphire NET89).

Guna memberikan jaminan kepercayaan kepada masyarakat bahwa bisnis ini aman dan legal, Andreas menyampaikan bahwa secara prinsip NET89 sudah memenuhi semua perizinan termasuk SIUPL, izin dari Kominfo, pajak serta menjadi anggota AP2LI (Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia).

“Kami berharap bisnis ini bisa andil, ikut menumbuhkan perekonomian di Bali, memberikan solusi kepada banyak orang di Bali supaya bisa melewati masa sulit pandemi ini,” pungkasnya.

Baca Juga :  KPK RI Laksanakan Monev MCP di Pemkot Denpasar

Kegiatan BDT ini dirangkai dengan Business Opportunity Presentation (BOP), yaitu presentasi secara masal untuk para member di Kota Denpasar pada Minggu (18/10/2020). (dar/bpn)

Silahkan Berkomentar

Please enter your comment!
Please enter your name here