RAPBD
Sumber Foto : Humas Gianyar

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYARTidak perlu waktu lama, sejak disampaikannya pengantar nota keuangan rancangan APBD Kabupaten Gianyar tahun 2021 oleh Bupati Gianyar, Senin (12/10/2020) lalu, semua Fraksi DPRD Kabupaten Gianyar menyatakan sepakat dan mendorong agar segera mengesahkan RAPBD tahun 2021 menjadi Perda APBD Kabupaten Gianyar tahun 2021, Jumat (16/10/2020). Langkah tersebut diambil setelah fraksi-fraksi mendapatkan jawaban atas pandangan yang telah disampaikan kepada bupati.

Usai Sidang dengan agenda penyampaian jawaban bupati atas pandangan umum fraksi, Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengatakan setelah disampaikannya jawaban, semua fraksi dapat memberikan pendapatnya agar RAPBD tahun 2021 bisa segera disahkan.

“Setelah tadi saya sampaikan jawaban terkait apa yang ditanyakan dilanjutkan dengan fraksi-fraksi untuk menyatakan pendapatnya untuk bisa menerima dan menyetujui, menetapkan dan mengesahkan menjadi perda APBD Kabupaten Gianyar,” ujarnya.

Perda APBD Kabupaten Gianyar tahun 2021 diagendakan akan disahkan pada 19 Oktober mendatang. Harapannya setelah Perda APBD disahkan, program yg telah dirancang tahun 2021 tendernya bisa segera dimulai.

Baca Juga :  Komunitas Honda ADV150 Kunjungi Daerah Wisata Unggulan Bali

“Agendanya tanggal 19 Oktober APBD ini sudah resmi ditetapkan sehingga program-program yang sudah dirancang di tahun 2021 tendernya bisa segera dimulai dibulan Desember bahkan bisa lebih maju lagi. Ini merupakan suatu kemajuan yang luar biasa dalam rangka pemulihan perekonomian Kabupaten Gianyar dengan mempercepat perputaran uang pemerintah kepada masyarakat,” imbuhnya.

Dalam sidang paripurna dengan agenda penyampaian jawaban Bupati Gianyar atas pandangan fraksi PDI Perjuangan, Bupati Mahayastra menyampaikan bahwa Pendapatan Daerah dirancang sebesar Rp.2,007 triliun lebih diperoleh dari beberapa sumber seperti Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) terdiri dari beberapa jenis yaitu pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah.

Untuk tercapainya target pajak daerah, Mahayastra mengharapkan adanya peningkatan peran serta masyarakat dan dunia usaha yang bergerak di sektor pariwisata untuk bersama-sama menggerakkan sektor pariwisata agar tumbuh lebih baik tidak hanya tergantung dari wisatawan asing tetapi lebih banyak menggarap wisatawan domestik. Serta mengadakan event berskala internasional untuk meningkatkan jumlah kunjungan dan lama tinggal di Kabupaten Gianyar.

Baca Juga :  Kembangkan Wisata Kuliner, Bupati Mahayastra Tandatangani MoU dengan PT. Aerofood Indonesia dan ICA BPD Bali

Disamping upaya pencapaian target pajak daerah, Tahun 2021 Pemkab Gianyar juga meningkatkan anggaran untuk layanan gratis rawat inap dan rawat jalan untuk kelas III bagi masyarakat yang tidak memiliki jaminan kesehatan sebesar Rp.35 miliar. Sehingga dapat melayani seluruh masyarakat yang tidak memiliki jaminan kesehatan.

Menjawab pandangan umum dari fraksi Golkar, Mahayastra mengatakan untuk tahun 2021 langkah yang diambil dalam pengembangan pariwisata yang berbasis budaya adalah dengan melaksanakan pengembangan Daerah Tujuan Wisata (DTW) baru serta melaksanakan pembinaan dan pengawasan kepada desa wisata yang sudah ditetapkan sehingga desa wisata bisa berkembang secara mapan dan mandiri.

Begitu pula dalam menyiapkan SDM berkompeten dan berdaya saing tinggi dilakukan dengan meningkatkan peran BLK (Badan Latihan Kerja) dalam memberikan pelatihan kepada para pencari kerja sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Sedangkan menjawab pandangan umum partai Demokrat terkait penataan utilitas di Catus Pata Ubud, Mahayastra mengatakan bahwa penataan utilitas di Catus Pata Ubud telah dianggarkan di tahun anggaran 2021 sambil menunggu proses perizinan dari pemerintah pusat dalam hal ini Balai Jalan wilayah 8 Surabaya. (ads/bpn)

Silahkan Berkomentar

Please enter your comment!
Please enter your name here