Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster meninjau pelaksanaan pasar gotong royong yang berlangsung di depan Kantor Gubernur Bali, Jumat (4/9/2020). Selain melibatkan petani yang menjajakan produk pangan, pasar gotong royong di awal bulan ini juga melibatkan pelaku UMKM penghasil produk seperti pakaian, keben dan dupa.

Pelaksanaan pasar gotong royong kali ini juga terbilang istimewa karena mendapat atensi dari Kepala Divisi Tim Pengembangan Ekonomi Kantor BI Perwakilan Bali Donny Heatubun.

Saat meninjau beberapa stand, Ny Putri Koster mempromosikan sejumlah produk unggulan UMKM Bali, di antaranya tenun khas Pulau Dewata yaitu songket dan endek. Ia berharap, pelaku UMKM ini memperoleh perhatian dan bisa menjadi binaan Bank Indonesia (BI).

Di hadapan penjaga sejumlah stand di arena pasar gotong royong, perempuan yang dikenal sebagai penyair berbakat itu memuji kreativitas yang ditunjukkan para perajin Bali. Pujian tersebut antara lain ditujukan kepada desainer Dayu Karang yang memadukan karya busana dengan sentuhan pis bolong (uang kepeng).

Baca Juga :  Cerita Mahasiswa KKN UGM Bantu Siswa Kesulitan Belajar di Tengah Pandemi

“Wah, keren ini. Luar biasa,” pujinya begitu masuk stand ‘Body and Mind’ yang memajang karya desainer Dayu Karang. Dengan karya dominan hitam putih, Dayu Karang menciptakan hasil karya berupa atasan dan bawahan beragam model. Pakaian berbahan kain polos warna hitam dan putih disulap menjadin karya berkelas dan elegan dengan penambahan aksesoris pis bolong.

Dayu Karang menyebutkan, pis bolong yang ditambahkan bukan yang biasa dijual di pasaran untuk kebutuhan upacara. Ia menjamin pis bolong aksesoris pakaian ini tak akan berkarat karena dibuat dengan bahan khusus.

Ny Putri Koster berharap, kreativitas yang ditunjukkan oleh Dayu Karang bisa dicontoh oleh perajin lain untuk menghasilkan karya berkualitas dan bisa bersaing di pasaran. Sementara kepada penjual keben berbahan fiber, ia menyarankan agar perajin lebih banyak memproduksi yang berbahan kayu. “Alasannya memakai fiber pasti agar lebih ringan, padahal dengan teknik khusus, kayu juga bisa dibuat ringan. Hasilnya pasti jauh lebih berkualitas,” katanya, menandaskan.

Istri Gubernur Bali Wayan Koster itu juga mengharapkan manfaat dari pelaksanaan pasar gotong royong ini benar-benar dirasakan oleh petani dan perajin yang terkendala pemasaran di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Lab PCR Buleleng Segera Rampung, Capai 45 Tes Sehari

Sementara itu, Kepala Divisi Tim Pengembangan Ekonomi Kantor BI Perwakilan Bali Donny Heatubun, mengatakan sangat mengapresiasi gagasan Gubernur Bali melaksanakan pasar gotong royong. Ia menyatakan kesediaan untuk bekerja sama dalam upaya memajukan dunia UMKM di Provinsi Bali.(ads/bpn)

Tinggalkan Komentar