Sumber Foto : Humas Buleleng

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENGPenggunaan buah lokal terutama buah lokal asli Buleleng terus dikampanyekan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST. Sebelumnya oleh Bupati Suradnyana, para ASN di lingkup Pemkab Buleleng diwajibkan menggunakan buah lokal dalam sarana banten disetiap ritual agama Hindu di kantor masing-masing. Kini Bupati Suradnyana mengajak masyarakat Buleleng untuk ikut menggunakan buah lokal dalam sarana banten pada saat hari raya agama Hindu. Hal ini dilakukan untuk menyerap buah lokal sehingga dapat mensejahterakan petani Buleleng.

Saat kunjungaannya ke Desa Panji, Kecamatan Sukasada beberapa waktu lalu, Bupati Suradnyana memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajak Bendesa Adat, Perbekel Desa Panji, dan masyarakat Desa Panji untuk ikut menggunakan buah lokal untuk sarana banten. Selama ini, peminat buah lokal masih minim, sehingga penyerapan buah lokal kurang maksimal. Bukan hanya pada sarana ritual agama Hindu, Bupati Suradnyana juga inginkan hotel dan restoran menuguhkan buah lokal untuk pengunjungnya.

Dalam sambutannya, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST mengatakan, kurang maksimalnya penyerapan buah lokal dikarenakan masyarakat lebih memilih buah import. Dirinya tidak menampik bahwa buah lokal kualitas buah lokal masih kalah dengan buah import. Dengan demikian, Bupati Suradnyana mengintruksikan instansi terkait untuk memberikan pemahaman kepada petani agar dapat menghasilkan kualitas buah yang baik.

Baca Juga :  Bupati Jembrana Panen Raya Benih Jagung Betras 7

“Petani buah harus bisa menghasilkan buah yang berkualitas baik,mulai dari cara penanaman, pemupukan dan panen yang sudah cukup usia. Sehingga peminat buah lokal meningkat dan harga dipasaran pun baik,” ucapnya.

Bupati yang akrab disapa PAS ini mendorong Perbekel dan Bendesa Adat di Buleleng untuk ikut mengkampanyekan buah lokal kepada masyarakat.

“Saya minta untuk pak Camat dan ketua Forkom untuk mengundang perbekel dan Desa Adat untuk memberikan pemahaman. Ini untuk kesejahteraan petani kita,” lanjutnya.

Masih kata Bupati Suradnyana, dirinya akan mencoba bekerjasama dengan Kabupaten Badung untuk penyerapan buah lokal Buleleng. Kedepannya, pihaknya ingin buah lokal Buleleng bisa masuk ke hotel dan restoran yang ada di Kabupaten Badung.

“Jika Bupati Badung setuju, kita tinggal memperbaiki kualitas produksinya saja,” imbuhnya.

Bukan sampai disitu, Bupati Suradnyana merencanakan pemasaran buah Buleleng bisa masuk ke seluruh Bali. Ia mengaku, Pihaknya sudah menyiapkan rencana untuk menyelenggarakan pasar Buah di Provinsi Bali.

“Tahun depan saya akan minta kepada Gubernur Bali I Wayan koster untuk meminjam tempat di Lapangan Renon untuk membuat pameran buah asli Buleleng yang berkualitas,” katanya.

Baca Juga :  Ketua DPR RI Puan Maharani Kunjungi Kerajinan Tenun Cagcag dan Perak di Gianyar

Dirinya berharap, semua pihak bisa ikut mensukseskan program tersebut sehingga buah lokal bisa terserap dengan baik dan kesejahteraan petani Buleleng bisa terjaga.

“Swatantra bisa memberikan pemahaman kepada petani. Kita harus proaktif ga boleh diam. Mudah-mudahan kita terus semangat untuk bersama-sama membangun pertanian kita, saya akan berusaha menyiapkan pasarnya,” harapnya. (joz/humas-bllng/bpn)

Silahkan Berkomentar

Please enter your comment!
Please enter your name here