Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kemajemukan masyarakat Indonesia merupakan kekayaan Bangsa Indonesia yang harus dijaga serta dibingkai dalam suatu identitas bersama, yaitu dengan mewujudkan konsepsi kebangsaan dan kenegaraan melalui perkuatan landasan ideologi bangsa – Pancasila, landasan konstitusi negara – UUD 1945, bentuk negara – Negara Kesatuan Republik Indonesia dan semboyan – Bhinneka Tunggal Ika.

Demikian isi arahan Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, SH yang dibacakan Kasrem Kolonel Infanteri Ida Bagus Ketut Surya Wedana di hadapan peserta kegiatan pembinaan wawasan kebangsaan yang digelar oleh Korem 163/Wira Satya bertempat di Aula Wira Satya, Kamis (3/9/2020).

“Kita memiliki kemajemukan dalam aspek geografi, demografi dan kondisi sosial maka hal tersebut harus menjadi modal untuk mempersatukan dan merekatkan kehidupan berbangsa dan bernegara kita,” jelas Danrem.

Pembinaan wawasan kebangsaan tersebut bertujuan untuk membina dan membentuk komponen masyarakat Indonesia yang berkepribadian, berakhlak mulia, disiplin, terampil dan berjiwa kesatria serta cinta tanah air yang berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika guna mewujudkan NKRI yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Baca Juga :  Kunjungi Pasar Satria, Amerta Gagas Digitalisasi UMKM

Plt Kabid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kantor Kesbangpol Provinsi Bali, I Ketut Santika Adi, SE, MSi menyampaikan bangsa Indonesia multikulturalisme dan pluralisme sebagai unsur pembentuk negara. Hal ini dapat dilihat dari keberagaman dalam suku, agama, ras, adat istiadat, bahasa, budaya dan berbagai karakteristik lainnya.

Terlepas dari semua itu bangsa Indonesia juga dihadapkan berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan atau ATHG diantaranya korupsi, terorisme, radikalisme, Narkoba, disorientasi (seperti ekstrem kanan, kiri, LGBT dan komunis), krisis kepercayaan seperti social public distrust dan disorder (salah memaknai kebebasan berpendapat atau berdemokrasi), intoleransi, globalisasi dan penyalahgunaan media sosial.

“Semua itu harus menjadi perhatian banyak pihak, meningkatkan soliditas wawasan kebangsaan serta persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

Kepala Rumah Sakit TNI AD Tingkat IV Singaraja, Mayor Ckm dr Rinie Indah Chandra Wirasati, Sp.KJ yang menyampaikan materi terkait HIV/AIDS.

“HIV/AIDS banyak ditularkan melalui perilaku seks bebas atau  menyimpang, penyalahgunaan Narkoba, penggunaan jarum suntik yang berulang-ulang atau bisa lewat transfusi darah yang terkontaminasi HIV,” jelas dr. Rinie.

Baca Juga :  Disdukcapil Denpasar Raih Penghargaan Public Service Award of The Year Bali 2020

Pasi Pembinaan Perlawanan Wilayah (Binwanwil) Staf Teritorial Korem 163/Wira Satya, Mayor Inf Arianto, S.Ag menyampaikan bela negara dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi hal yang sangat penting sebagai wujud kecintaan kepada Tanah Air.

“Bela negara bukan berarti semata kita siap untuk menghadapi musuh, tetapi dalam konteks damai adalah bagaimana kita melakukan pengabdian kepada bangsa dan negara sesuai profesi yang kita tekuni atau miliki,” pungkas Mayor Arianto. (dar/bpn)

Tinggalkan Komentar