Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyoroti pentingnya pemulihan ekonomi kerakyatan untuk kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tabanan. Hal itu penting dilakukan, setelah lima bulan diterjang pandemi Covid-19 pada 2020 ini,” ujarnya, saat mengunjungi DTW Alas Kedaton, di Desa Kukuh, Marga, Kecamatan Marga.Minggu (3/8/2020).

Kondisi tersebut, lanjut dia, membuat semua sektor terdampak. Sektor perekonomian masyarakat pun ikut terimbas dari dampak pandemi tersebut. Di Tabanan, sebagian besar masyarakat yang bergerak di sektor pertanian, pariwisata, dan UKM, membuat kondisi seperti itu sangat tidak berpihak. Terlebih dengan penutupan sektor pariwisata, yang membuat hasil pertanian dan UKM masyarakat tidak terserap.

Sanjaya bersama rombongan pun menyempatkan diri melakukan berbagai kegiatan di DTW Alas Kedaton. Mulai dari melakukan tracking di sekitar kawasan Alas Kedaton, mencoba wahana yang ada di sana, dan memberi pakan kera penghuni Alas Kedaton. Selain itu, mereka juga mencicipi kuliner lokal khas DTW Alas Kedaton, yakni nasi bubuh buatan Men War.

Baca Juga :  Dukung Kebangkitan Pariwisata Bali, Fii Capo Luncurkan "Paradise Island"

“Dengan pemulihan sektor pariwisata, maka otomatis sektor pertanian dan UKM pun kembali bergairah,” ujarnya, seraya mengatakan bahwa semua DTW yang ada di Kabupaten Tabanan sudah sangat layak dikunjungi masyarakat pecinta alam dan penghobi olahraga, termasuk kuliner khas.

Dikatakan, DTW Alas Kedaton sudah memenuhi persyaratan standar protokol kesehatan Covid-19. Terlebih Alas Kedaton selain memiliki alam yang indah dan asri, dengan hewan ciri khas kera, juga terdapat wahana flying fox, sepeda udara, ayunan besar tradisional, kalong, dan Pura Cagar Budaya.

Sementara Perbekel Desa Kukuh, I Made Sugianto, juga mengenalkan kearifan lokal masyarakat Desa Kukuh. “Ketika ada pohon tumbang, masyarakat kami tidak ada yang mengambil untuk kayu bakar. Kayu itu kita biarkan sampai lapuk di tengah hutan. Itu menandakan bahwa komitmen kami terhadap pelestarian hutan sangat kuat,” ujarnya.

Dengan menggunakan dana desa, pihaknya membangun ayunan besar tradisional, wahana flying fox, dan sepeda udara. “Ayo, silakan berkunjung ke Alas Kedaton. Tidak hanya melihat kera, tapi juga ada wahana baru,” imbuh Sugianto, sambil memromosikan DTW Alas Kedaton. (ita/bpn)