Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KLUNGKUNG – Meningkatnya jumlah pasien suspect maupun terkonfirmasi positif Covid-19 mengakibatkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klungkung kekurangan ruang isolasi. Pihak manajemen akhirnya memutuskan menambah ruang isolasi dengan menutup ruangan Paviliun/VIP untuk dijadikan sebagai ruang isolasi Covid-19.

Dikutip dari laman facebooknya, Dirut RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma menyebutkan hingga Selasa (18/8/2020) total pasien yang dirawat di RSUD Klungkung mencapai 77 orang terdiri dari 26 suspect Covid-19 diantaranya 4 ibu nifas dan 51 orang confirm positif dengan 2 orang ibu nifas.

“Kami harus rapat kembali untuk mencari solusi karena lagi ada 8 orang pasien suspect Covid-19 yang belum mendapat ruang isolasi, yaitu 2 orang membutuhkan isolasi ICU Covid-19 dan 6 orang ruang isolasi biasa. Selain itu ada 3 bayi dari 6 orang ibu suspect Covid-19 yang dititipkan di ruang isolasi tetanus,” ujar dr. Nyoman Kesuma.

Baca Juga :  Besok, Vaksinasi Covid-19 di Zona Hijau Dimulai

Dari hasil rapat, akhirnya dicapai keputusan untuk menambah satu ruangan untuk melengkapi kapasitas ruang isolasi biasa dan satu ruangan untuk menambah kapasitas ICU Covid-19. Tambahan ruangan ICU Covid-19 dilakukan dengan mengalihkan ruang ICU biasa menjadi ruangan ICU Covid-19 sehingga akan menambah kapasitas total ICU Covid-19 menjadi 14 tempat tidur.

Sedangkan untuk menambah ruangan isolasi biasa, manajemen dengan berat hati memutuskan akan menutup ruangan Paviliun/VIP untuk dijadikan ruang isolasi Covid-19. Keputusan ini diambil karena tidak ada lagi alternatif, dimana kebetulan VIP berada satu blok dengan ruang isolasi lainnya.

“Jadi ruangan VIP yang selama ini menjadi sumber penting pendapatan RSUD Klungkung terpaksa harus direlakan demi menampung pasien Covid-19 yang semakin hari semakin meningkat,” jelasnya.

Atas keputusan penting tersebut pihak RSUD menghadap Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta untuk meminta izin selaku Pemilik RSUD sekaligus melaporkan kondisi dan penanganan pasien Covid-19. Pada saat yang sama disampaikan juga kebutuhan tenaga perawat dan pendukung pelayanan Covid-19.

Baca Juga :  Jam Operasional Usaha di Buleleng Diperpanjang Hingga Pukul 22.00 WITA

Dalam postingannya itu, Dirut Nyoman Kesuma bersyukur karena Bupati Suwirta memahami kondisi dan hambatan yang dhadapi. Bupati setuju dengan keputusan manajemen RSUD Klungkung dan akan membantu tenaga yang dibutuhkan melalui perekrutan tenaga kontrak 6 bulan dengan sumber anggaran belanja tanggap darurat. Diharapkan dilakukan perekrutan secara cepat dan terbuka sesuai ketentuan. Apabila semuanya siap maka RSUD Klungkung memiliki kapasitas 92 tempat tidur ruang isolasi biasa, 14 tempat tidur ICU Covid-19 dewasa dan 6 tempat tidur isolasi bayi Covid-19.

“Dengan kapasitas total yang mencapai 112 tempat tidur bagi pasien Covid-19 semoga dalam waktu dekat kami tidak perlu rapat kembali untuk membahas masalah pasien Covid-19,” sebutnya.

Baca Juga :  Terapkan Disiplin Prokes di Masyarakat, Polres Klungkung Bagi-bagi Masker Gratis

Masih dari postingannya Dirut RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma berharap semoga tempat tidur yang disediakan tidak sampai terpakai semuanya karena kasus yang menurun. Hal ini bisa tercapai apabila penambahan kasus baru lebih kecil dibandingkan pasien yang berhasil sembuh. Dengan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, menjaga jarak aman dan sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer dipastikan kasus baru akan bisa diturunkan.

Disiplin melaksanakan protokol kesehatan bukan berarti harus diam di rumah atau tidak bekerja. Sejak era adaptasi tatanan kehidupan baru diterapkan maka masyarakat dipersilahkan untuk bekerja atau produktif dengan menerapkan kebiasaan baru.

“Semoga masyarakat sadar dan mau disiplin menerapkan protokol kesehatan terutama saat berada di keramaian,” pungkasnya. (dar/bpn)