Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Anda merasa jenuh di rumah saja selama masa pandemi ini? Refreshing adalah obatnya, asalkan tetap menerapkan pola hidup bersih atau disebut juga protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Bagi anda yang tinggal di wilayah Kota Denpasar dan sekitarnya, ada satu tempat atau destinasi wisata yang bisa menjadi pilihan untuk dikunjungi bersama keluarga atau teman, yaitu Big Garden Corner yang berlokasi di Jl. By Pass I Gusti Ngurah Rai, Padanggalak, Kesiman. Tempat ini menyajikan nuansa alami di tengah perkotaan.

Corporate Manager Big Garden Corner, Edy Mustofa menceritakan destinasi yang dibangun sejak 2007 dengan luas sekitar 2,5 hektar ini mengetengahkan konsep family recreation, open space, garden dan kreativitas anak serta dilengkapi spot kuliner.

“Anak-anak mungkin jenuh karena lama tidak bersekolah, sehingga perlu rekreasi dan aktivitas menggambar yang kami sediakan bisa menjadi hiburan bagi mereka,” kata Edy.

Baca Juga :  Penyerahan Apresiasi Lomba Pilem Mebarung dam Lomba Kreatif Denfest 2020

Hampir 90 persen dari area di tempat ini adalah open space yang dipadu dengan taman (garden), kolam, bebatuan (standing stone) dan patung-patung yang artistik sehingga menambah suasana alami, sejuk dan menyenangkan. Tak hanya itu, terdapat sekitar 200 spot foto ikonik dan keren yang menjadi daya tarik para pengunjung.

“Tree house, butterfly park, miniatur gajah dan merak yang terbuat dari botol plastik bekas, miniatur Borobudur serta restoran apung, itu adalah sebagian spot di sini, dan tentunya hampir setiap sudut area menawarkan spot foto yang indah. Di sini juga menawarkan untuk menggelar berbagai kegiatan dengan fasilitas outdoor maupun indoor,” jelasnya.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Kota Denpasar Ikuti Webinar Gelar Pelangi

Akibat merebaknya Covid-19, destinasi ini sempat ditutup bagi pengunjung sejak Maret 2020. Namun kini, seiring dimulainya era tatanan kehidupan baru, secara perlahan Big Garden Corner mulai bergeliat kembali meski dengan beberapa pembatasan.

“Sebelum pandemi rata-rata mencapai 250 pengunjung perhari. Lalu adanya pandemi, pengunjung turun drastis hingga 90 persen dan market internasional yang selama ini mendominasi justru lost 100 persen. Sejak kami buka kembali mulai Mei sampai saat ini sudah berangsur-angsur bergeliat hingga mencapai 100-150 pengunjung terutama saat weekend atau hari libur, semuanya pengunjung lokal, domestik belum ada,” paparnya.

Baca Juga :  Tekan Covid-19 di Bali, Pangdam Dorong Partisipasi Donor Plasma Konvalesen

Kendati sudah dibuka, Big Garden Corner menerapkan protokol kesehatan dengan menyediakan tempat mencuci tangan di beberapa area. Untuk sementara pihak pengelola memberlakukan pembatasan jam operasional, yakni jam 10 pagi sampai 6 sore.

Edy menambahkan, pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap keuangan masyarakat dan perekonomian secara umum. Untuk itu, ke depan pihaknya belum berani berharap banyak, namun tetap meng-create penawaran-penawaran sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat.

“Seperti free entry. Kami hanya tawarkan voucher ticket senilai 50 ribu, itu sudah free masuk dan voucher tersebut dapat ditukarkan dengan makanan/minuman senilai itu,” pungkasnya sembari berharap pandemi segera berlalu dan perekonomian khususnya pariwisata segera pulih kembali. (dar/bpn)