Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Pelaksanaan TMMD ke-108 Kodim 1616/Gianyar Tahun Anggaran 2020 di Desa Kerta dan Buahan Kaja, Payangan, mendapatkan kunjungan sekaligus peninjauan dari Tim Pengawasan dan Evaluasi Staf Teritorial TNI Angkatan Darat (Sterad), Selasa (21/7/2020).

Tim Wasev Sterad dipimpin oleh Ketua Tim Paban V Bakti TNI Kolonel Inf I Kadek Subawa, S.sos., dan Letkol Inf I Made Mahayudiksa sebagai staf pendamping.

Kedatangan Tim Wasev Sterad di Pos Kotis TMMD di Banjar Singaperang, Desa Buahan Kaja disambut oleh Dandim 1616/Gianyar selaku Dansatgas Letkol Inf Frandi Siboro, Asisten II Pembangunan dan Perekonomian Sekda Gianyar I Made Suradnya mewakili Bupati Gianyar, Kabid Bina Marga Dinas PU Pemkab Gianyar I Made Asta Wiguna, Cama Payangan AA Gede Raka Surya Diputra, Perbekel Desa Kerta Made Gunawan, Perbekel Desa Buahan Kaja I Wayan Wirtama serta sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat dari dua desa tersebut.

Dalam sambutan Bupati Gianyar yang dibacakan Asisten II Sekda Gianyar menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada segenap Jajaran Kodim 1616/Gianyar atas terlaksananya TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 di Desa Kerta dan Buahan Kaja, Payangan.

Baca Juga :  Dekranasda Serahkan Bantuan CSR PT. PLN di Kabupaten Gianyar

TMMD merupakan program terpadu antara TNI dan pemerintah daerah yang bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan di daerah dan pembinaan keamanan wilayah.

Program TMMD memerlukan koordinasi antara berbagai pihak terkait dan masyarakat, dengan disiplin tinggi, militansi dan semangat pantang menyerah dari segenap jajaran TNI sehingga semua kegiatan dapat dilaksanakan sesuai jadwal dan sasaran dapat tercapai seperti yang direncanakan.

Dandim 1616/Gianyar Letkol Inf Frandi Siboro memaparkan pelaksanaan TMMD ke-108 Kodim 1616/Gianyar TA 2020 yang dilaksanakan di Desa Buahan Kaja dan Desa Kerta merupakan Operasi Bakti TNI yang diselenggarakan melalui kegiatan yang bersifat lintas sektor dengan melibatkan seluruh komponen bangsa sehingga terwujud kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“TMMD sebagai salah satu dari bagian Operasi Bakti TNI yang dilaksanakan oleh satuan komando kewilayahan atau Satkowil melalui pemilihan obyek kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat sehingga terwujudnya kesejahteraan dan ketahanan wilayah,” papar Dandim.

Agar pelaksanaan TMMD dapat mencapai hasil yang optimal dan tepat waktu maka pemilihan sasaran yang ada didasarkan atas beberapa pertimbangan, yaitu memperpendek jarak tempuh masyarakat Banjar Singaperang menuju Banjar Saren yang semula harus menempuh jarak 35 Km menjadi 4 Km. Selain itu memperpendek jarak tempuh  akses transportasi pendidikan masyarakat Banjar Saren yang akan bersekolah menuju SMP Negeri 3 Buahan dari 30 Km menjadi 5 Km. Kemudian mempermudah masyarakat Banjar Singaperang yang akan melakukan pemakaman semula harus menempuh jarak 8 Km menjadi 3 Km. Adanya jalan TMMD ini akan dapat membangun perekonomian masyarakat disektor pariwisata menuju Kebun Raya Pilan.

Baca Juga :  Dandim Jembrana Optimis, Sasaran Fisik TMMD Dapat Selesai Tepat Waktu

Menurut Dandim selaku Dansatgas, pengerjaan sasaran fisik hingga 21 Juli 2020 sudah mencapai kemajuan rata-rata 80 persen, yang meliputi pembukaan jalan sepanjang 2.359 meter dan lebar 8 meter mencapai hasil 80 persen. Pembuatan Bought Deckkeer panjang 30 meter dengan tinggi 5 meter sudah mencapai  70 persen. Pembuatan 4 unit Box Culvert mencapai 84 persen serta pembuatan saluran Beton Sikluf panjang 100 meter mencapai 61 persen.

Sementara itu Paban V Bakti TNI Sterad Kolonel Inf I Kadek Subawa, S.sos. dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Gianyar atas segala dukungannya untuk menyukseskan TMMD ke-108 di wilayah Kabupaten Gianyar.

Adapun maksud kedatangan Tim Wasev guna melihat secara langsung pelaksanaan TMMD ke-108 dan untuk melakukan pengawasan sekaligus evaluasi serta mendapat masukan sebagai saran untuk program TMMD berikutnya.

Baca Juga :  Kasad Dudung Abdurachman Diberikan Gelar Kehormatan Ksatria Padma Negara oleh Puri Ageng Blahbatuh

TMMD merupakan program lintas sektoral antara lembaga kementerian, lembaga non kementerian, TNI dan pemerintah daerah yang proses perencanaannya secara buttom-up dengan melihat aspirasi dari masyarakat. Program TMMD tersebut dilaksanakan selama 30 hari dan nantinya pembangunan tahap berikutnya akan diteruskan oleh pemkab setempat.

Mantan Kasrem 161/Wira Sakti ini juga menjelaskan dengan adanya pandemi Covid-19, maka ada pengurangan Satgas TMMD pada Tahun Anggaran 2020.

“Tahun ini rencana awal ada 50 Satgas TMMD dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota secara serentak di seluruh Indonesia, tetapi karena ada pandemi berkurang menjadi 44 Satgas TMMD saja,” sebut Kolonel Inf I Kadek Subawa.

Di akhir sambutannya Paban V Bakti TNI menyebutkan bahwa pada dasarnya pelaksanaan TMMD merupakan amanah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu kepada seluruh Satgas TMMD diharapkan menjadikan kegiatan ini sebagai ibadah dan pengabdian untuk melakukan yang terbaik bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan menyerahkan sarana kontak kepada perwakilan masyarakat setempat serta peninjauan lokasi sasaran fisik TMMD. (dar/bpn)