Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASARMeskipun pandemi Covid-19 di dunia dan Indonesia pada khususnya, Pemprov Bali tetap mencoba memotivasi dan memberikan gambaran bahwa donor darah aman dilakukan.

Untuk itu, bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Bali, Pemprov melaksanakan kegiatan donor darah. “Kami ingin memberikan gambaran bagi masyarakat jika donor darah di masa pandemi ini aman dilaksanakan, asalkan tetap menerapkan protokol kesehatan,” demikian disampaikan oleh Kepala Biro Umum dan Protokol AAN Sutha Diana, saat ditemui usai melakukan aksi donor darah di UTD PMI Prov Bali, Denpasar, Kamis (30/7/2020).

Menurutnya, pelaksanaan donor darah di markas PMI ini juga merupakan rangkaian acara HUT ke-52 Provinsi Bali. “Kegiatan donor darah kali ini melibatkan 38 OPD di lingkungan Pemprov Bali, dengan target yang ingin dicapai adalah sebanyak 150 kantong darah,” jelasnya kepada awak media.

Ia menambahkan, melalui kegiatan donor darah yang dilaksanakan diharapkan dapat membantu UTD PMI Bali, guna memenuhi permintaan darah yang ada baik di Rumah Sakit Pemerintah maupun Rumah Sakit Swasta.

Baca Juga :  Satu-satunya di Bali, Buleleng Berstatus Zona Kuning Covid-19

Kegiatan donor darah yang akan diikuti ratusan ASN di lingkungan Pemprov Bali pastinya tetap mengimplementasikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Pemprov Bali sebelumnya telah mengatur kedatangan masing-masing OPD dengan waktu yang berbeda, sehingga dapat meminimalisir terjadinya keramaian pada saat donor darah,” bebernya.

Sementara Kepala UTD PMI Prov Bali dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes membenarkan jika donor darah pada masa pandemi tetap aman dilaksanakan, karena telah diterapkannya protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Ia mengaku pelaksanaan kegiatan ini dikarenakan ketersediaan stok darah selama masa pandemi menurun drastis.

“Mungkin karena banyak masyarakat yang tidak keluar rumah, serta banyak instansi pemerintah maupun swasta yang menunda bahkan membatalkan kegiatan donor darah,” ujarnya. Bahkan ia mengaku hingga bulan Mei 2020, ketersediaan darah di PMI diperkirakan hanya bisa memenuhi 64% permintaan di Bali.

Mengenai pelaksanaan kegiatan donor darah kali ini tetap mengedepankan protokol kesehatan seperti jaga jarak, tes suhu tubuh, pemakaian masker dan cuci tangan. “Sebelum memasuki areal donor darah, peserta akan dicek dulu suhu tubuhnya, setelah itu dianjurkan untuk cuci tangan diikuti dengan mengisi formulir,” jelasnya.

Baca Juga :  Paslon Jaya-Wibawa Akan Tata Wajah Kota Denpasar

Saat mengisi formulir, ia menambahkan riwayat kesehatan calon pendonor akan dicek. “Untuk bed donor darah pun sudah kita atur sedemikian rupa agar jaraknya tidak terlalu dekat,” bebernya.

Mengenai antisipasi penumpukan calon pendonor, ia mengaku pihaknya telah bekerjasama dengan Desa Adat setempat. “Di seberang jalan sudah disiapkan wantilan yang dijaga oleh pecalang. Jadi jika calon pendonor jumlahnya sudah mencukupi di UTD PMI, maka calon pendonor yang baru datang diminta untuk menunggu di wantilan,” jelasnya.

Selain itu, untuk menggerakkan minat masyarakat mendonorkan darah, PMI juga sudah menyediakan bus donor darah di depan lapangan Bajra Sandhi dari jam 4-7 sore.

“Semua petugas kami sudah melakukan rapid test, serta menggunakan APD level 2,” imbuhnya.

Bahkan ia mengaku tengah merancang kegiatan donor darah door to door. Kegiatan ini ditambahkannya menyasar masyarakat yang masih merasa takut untuk datang mendonorkan darahnya.

Di lain sisi, pihaknya juga mengaku tengah mengembangkan terapi plasma konvalesen bagi penderita Covid-19. “Saat ini sudah ada calon pendonor yang telah sembuh dari Covid-19 dan akan melakukan donor bagi para penderita Covid-19. Saya harap melalui terapi ini kita bisa tingkatkan angka kesembuhan pasien serta menekan angka kematian akibat Covid-19 di Bali,” tandasnya.(ads/bpn)