Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – KPU Tabanan menggelar bimbingan teknis (bimtek) petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tabanan tahun 2020, di Kecamatan.Seltim. Kegiatan tersebut berlangsung di SMPN 3 Seltim, Minggu (12/7/2020).

Bimtek tersebut diikuti 27 peserta. Antara lain enam orang PPDP Desa Dalang, 10 orang PPDP Desa Gadungan, tiga orang PPDP Desa Gadung Sari, dan delapan orang PPDP Desa Bantas. Kali ini menghadirkan narasumber dari Komisioner KPU Kabupaten Tabanan, Luh Made Sunadi.

Komisioner KPU Tabanan tersebut mengawali dengan pengecekan kepada peserta bimtek. “Sebelum saya mulai, saya mau pastikan semua anggota sudah menerima tas PPDP, face sheild, dan APD. Saya minta semua pakai perlengkapan tersebut, dan seharusnya sebagai anggota PPDP sudah melakukan rapid test atau tes cepat sebelum 15 Juli 2020,” ujar Sunadi.

Baca Juga :  DTW Tanah Lot Nyatakan Aman Dikunjungi Wisatawan

Menurutnya, penyelenggara pemilu dari tingkat pusat sampai ke bawah wajib melakukan tes cepat sebelum kegiatan dimulai. “Jadi, teman-teman PPDP bekerja mulai 15 Juli 2020, dan seharusnya tes cepat itu sudah dilakukan sebelum tanggal 14,” ujarnya.

Dikatakan bahwa untuk keperluan tes cepat itu, pihaknya sudah melaksanakan kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan BRSU Tabanan. Tetapi karena ketidaktersediaan regen, maka untuk saat ini PPDP mencari surat keterangan bebas influensa di puskesmas terdekat, mulai Senin dan Selasa.

“Yang dibawa SK bapak-ibu selaku PPDP dan KTP elektronik. Di puskesmas, sampaikan bahwa bapak dan ibu dari PPDP-nya KPU, disuruh mencari surat keterangan bebas influenza. Sudah ada kerja sama antara KPU dan Dinas Kesehatan Tabanan. Jangan nanti bayar di sana, dan suratnya tidak usah diambil, nanti kami sekalian yang mengambil dan membayar,” ujar Sunadi.

Baca Juga :  Kapolsek Selbar Ingatkan Panitia Pamelaspasan Joged Bungbung Terapkan Protokol Kesehatan

Setelah jangka waktu sampai dengan 13 Agustus 2020, kalau sudah bahan tes cepatnya datang, maka peserta wajib dites cepat. Kami ingin memastikan bahwa para PPDP yang akan bekerja adalah bukan klaster penyebab corona. Maka dari itu kami memastikan bahwa kita sebagai penyelenggara dalam keadaan sehat.

Bekerja dengan sehat dan sehat bekerja, lanjutnya, karena sementara tes cepat itu belum ada, dan membentengi diri dengan surat keterangan  tidak influenza. Setelah bahan datang, maka semua wajib melaksanakan tes cepat. (ita/bpn)