Sumber Foto : dar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kehadiran Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara pada kegiatan donor darah yang diadakan DPD Partai Golkar Bali, beberapa waktu lalu, memunculkan spekulasi berbagai pihak. Banyak yang berasumsi bahwa Rai Iswara diunggulkan sebagai bakal calon Walikota Denpasar yang diusung partai berlambang pohon beringin tersebut bersama koalisinya.

Saat ditanya awak media apakah kehadirannya ada kaitan dengan hitung-hitungan politik? Pejabat humoris ini pun berkilah. “Kapasitas saya bukan untuk itu, saya diutus oleh atasan saya, Bapak Walikota dan Wakil Walikota, beliau diundang tapi saya yang diutus ke sini,” ujar Rai Iswara.

Berbicara soal pilkada, menurut Rai Iswara, sekarang ini hendaknya memberikan kesempatan kepada parpol untuk berpikir tenang, cerdas, dan menginventarisasi tokoh-tokoh yang pantas diusung untuk menjadi pimpinan wilayah itu sendiri.

Baca Juga :  Dibekukan DPP, Ini Reaksi DPD ASITA Bali

“Inilah kesempatan baik bagi parpol untuk menginventarisasi kekuatan-kekuatan yang bisa diusung dalam membawa kota ini ke arah yang lebih baik dalam 5 tahun ke depan. Mari kita dengan sabar dan tenang, berikan partai politik menginventarisasi tokoh-tokoh yang pantas diusung dalam menggawangi pemerintahan,” paparnya.

Didesak kembali soal kesiapannya jika diusung oleh Partai Golkar, Rai Iswara justru membeberkan pengalamannya di pemerintahan. Bahwa sejak tahun 1981 dirinya sudah bekerja dan selalu siap mengabdikan diri di daerah sendiri, yakni Kota Denpasar. Mulai sebagai staf kelurahan, Sekretaris Lurah, Lurah Pemecutan, Kasubag, Kabag, Kadis Koperasi dan UKM hingga sekarang Sekda pernah dijabatnya. “Ini bisa sebagai indikator bahwa seorang Rai Iswara selalu siap mengabdi di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Sang Gede Sukawiyasa Resmi Jabat Kepala BNN Kota Denpasar

Disinggung bahwa dirinya masuk deretan survei Partai Golkar, ia kembali mengatakan hal tersebut menjadi kewenangan partai untuk mensurvei dan menginventarisasi. “Saya tidak mau ujug-ujug menganggap diri saya ini yang terbaik, saya nggak mau, karena yang mengatakan kita terbaik adalah partai itu sendiri. Kita sebagai masyarakat, mari kita tenang dulu, bekerja dengan maksimal. Saya sebagai Sekretaris Daerah harus loyal kepada pemerintah dan pimpinan saya, DPRD, staf dan masyarakat,” katanya.

Artinya, kalau bapak dilamar oleh Partai Golkar apakah siap? Pertanyaan awak media itu pun dijawab dengan guyonan. “Saya tidak ngomong seperti itu, saya memberikan kesempatan kepada semua partai untuk berlomba-lomba, silakan,” guraunya.

Baca Juga :  Diduga Idap Bipolar, WNA Rumania Dirujuk ke RSJ Bangli

Seperti diketahui, pada 9 Desember 2020 sebanyak 6 kabupaten/kota di Bali akan menggelar pilkada serentak. Partai Golkar sudah mengeluarkan rekomendasi untuk tiga daerah yang akan diusung bersama koalisinya, yaitu paket Mas Sumatri-Made Sukerana di Karangasem, Subrata-Ngakan Parwata di Bangli, dan Nengah Tamba-Patriana Krisna (Ipat) di Jembrana.

Ketua DPD Partai Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry menegaskan khusus pilkada Kota Denpasar pihaknya mengaku saat ini sedang mengerucutkan calon dan Partai Golkar berkeyakinan bisa merebut kemenangan.

“Bersama koalisi Demokrat, Nasdem dan beberapa partai yang lain sudah solid. Kami masih menunggu survei, tapi dari gambaran survei tingkat pertama kami melihat optimisme yang tinggi. Rai Iswara juga termasuk disurvei tapi belum kami umumkan, nanti ada saatnya,” ujar Sugawa Korry. (dar/bpn)