Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Kondisi depresi diduga yang melatarbelakangi I Gede Komang Dipta (50) nekat mengakhiri hidupnya secara tragis. Dia ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Jalan Gelatik No. 54, Banjar Pasekan Belodan, Desa Dajan Peken, Tabanan, Selasa (7/7/2020) malam sekitar pukul 21.00.

Hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, kata Kapolsek Tabanan Kompol I Nyoman Sukanada, Rabu (8/7/2020), Dipta diduga tewas bunuh diri dengan cara gantung diri, menggunakan seutas tali plastik warna biru dan selendang warna abu-abu, di kusen pintu belakang ruang tamu rumahnya.

Baca Juga :  Yayasan De Legong Anak Bangsa Serahkan Bantuan Sembako untuk Penyandang Disabilitas

Menurut istri Dipta, Ni Komang Ayu Sukaniasih (46), ketika itu sekitar pukul 12.00, dia bersama anaknya, Kadek Priska, pergi ke Desa Bongan, ke rumah  anak pertamanya yang tinggal di Bongan, untuk mengasuh cucunya. Sekitar pukul 20.30, Sukaniasih dan putrinya itu pulang, kembali ke rumah (TKP).

Setiba di rumah, Sukaniasih sontak terkejut melihat suaminya (Dipta) dalam posisi tergantung di kusen pintu rumah, dan diduga sudah dalam keadaan tak bernyawa. Hal itu kemudian dilaporkan ke Polsek Tabanan.

Baca Juga :  Pelimpahan Tahap II Kasus Pencurian Sapi di Jelijih Tegeh

Malam itu juga, petugas kepolisian Polsek Tabanan bersama Tim Medis BRSU Tabanan pun tiba di TKP, lengkap dengan menggunakan APD. Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Dipta, dan kematian laki-laki berusia setengah abad itu murni karena bunuh diri dengan cara gantung diri.

Penjelasan dari pihak keluarga, bahwa Dipta memiliki riwayat sakit diabetes, dan terkadang linglung. Dipta diduga mengalami depresi, sehingga mengambil jalan pintas dengan cara gantung diri.

Atas permintaan dari pihak keluarga juga, menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah Dipta. Mereka menerima kematian Dipta dengan ikhlas, serta menganggap hal itu sebagai musibah. (ita/bpn)