Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Pandemi Covid-19 berdampak terhadap banyak sektor dan bidang pekerjaan, salah satunya bartender.

Baca Juga :  DLHK Kabupaten Badung Kerja Ekstra Atasi Fenomena Sampah Kiriman di Pantai Kuta

Ketua Asosiasi Bartender Indonesia (ABI) Bali, Ngurah Udayana mengatakan sekitar 80 persen bartender di Bali terimbas oleh pandemi ini. “Dari sekitar 125 member aktif ABI saat ini, sekitar 80 persen sudah dirumahkan dari tempatnya bekerja. Apalagi kebanyakan member bekerja di hotel, bar dan restoran yang memang sangat terdampak oleh pandemi Covid-19,” kata Ngurah saat kegiatan ABI Berbagi bertempat di Sekretariat ABI Bali, area kantor PT Ratu Oceania Raya Bali, Dalung, Jumat (12/6/2020).

Dikatakan Ngurah, di masa pandemi ini pihaknya terus memberikan semangat kepada para bartender dan hospitality industry pada umumnya, dengan cara berbagi kreativitas (ilmu) melalui media sosial tentang product knowledge dan skill lainnya.

“Agar semua tetap kuat dan inilah kesempatan kita untuk menambah ilmu, mempersiapkan diri untuk menyambut new normal nanti,” imbuhnya.

Ia menambahkan bila new normal diterapkan dan para bartender bisa bekerja kembali, tentu protokol kesehatan akan diperketat. “Mencuci tangan, jaga jarak, kebersihan (public health), apalagi berhubungan dengan minuman sehingga standar kebersihan ditingkatkan, dan tidak lupa pakai masker,” paparnya.

ABI Bali yang terbentuk Desember 2012, kerap menggelar berbagai event baik berskala daerah (lokal), nasional maupun internasional. Namun, akibat adanya pandemi Covid-19, ada sekitar 12 event yang rencananya digelar sepanjang tahun ini dibatalkan, salah satunya paling bergengsi adalah “X-Factor Bartender Challenge”.

Sementara itu Ketua Program CSR ABI Bali, Nengah Budiartawan menyampaikan kegiatan “ABI Berbagi” ini merupakan kali kedua. Sebelumnya telah dilaksanakan pada bulan lalu dengan memberikan bantuan paket bahan makanan kepada 40 member aktif yang benar-benar terdampak pandemi. “Harapannya, sekecil apapun bantuan yang kami berikan semoga bisa bermanfaat bagi mereka. Bali sebagai daerah pariwisata, tentu kita sangat merasakan dampaknya dibandingkan daerah lainnya di Indonesia,” ujar Budiartawan.

Lalu, pada tahap kedua ini kembali digelontorkan bantuan kepada 40 penerima, termasuk para jurnalis. “Bantuan ini bukan ada maksud apa-apa, tapi kami ingin mengikat kerjasama untuk ke depan. Murni kami ingin berbagi sekaligus berterima kasih kepada jurnalis yang juga terdampak oleh pandemi Covid-19,” pungkasnya. (dar/bpn)