Sumber Foto : dar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Tatkala banyak tempat usaha atau bisnis yang “tiarap” akibat dampak pandemi Covid-19 saat ini, justru ada usaha yang berani muncul untuk mengawali gerak bisnisnya. Tak lain adalah “Michiko Cafe” yang berlokasi di White House Building, Jln. Dewi Sri, Legian-Kuta. Berada di kawasan pariwisata yang strategis, kehadiran kafe ini akan menambah referensi tempat menikmati kuliner bernuansa Jepang di Bali.

Baca Juga :  Polres Badung Terima Kunjungan Tim Pamatwil Polda Bali

General Manager Nagisa Bali Group, Rachmah Pontoh mengatakan bahwa rencana pembukaan kafe ini sudah digagas sejak akhir Desember 2019. Walaupun saat ini dalam kondisi pandemi, target tersebut tetap diwujudkan dan akhirnya mulai dibuka pada 15 Juni 2020.

“Masa-masa ini kita pakai untuk pengenalan atau branding ke luar. Saat yang lain shut down, kita justru branding dan dibarengi dengan pencapaian target-target juga,” kata Rachmah Pontoh.

Dia menegaskan, di masa pandemi ini pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Ketika tamu datang akan didahului dengan pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan dan memakai hand sanitizer. Uniknya, alas kaki yang dipakai oleh tamu akan ditanggalkan dan diganti dengan sandal khusus yang disediakan pihak kafe.

“Ini sangat bagus untuk menjaga higienitas. Melepas alas kaki, selain sesuai konsep resto Jepang juga bermakna untuk melepas aura buruk yang terbawa dari luar sehingga ketika masuk terasa lebih rileks dan seperti di rumah sendiri,” jelasnya.

Kafe ini didesain tak hanya sebagai tempat makan. Dengan mengusung konsep homy cafe dan dilengkapi fasilitas wifi, sehingga sangat cocok juga untuk bekerja, berkumpul dengan kolega, dan bersantai.

Varian menu yang ditawarkan sangat beragam dengan harga terjangkau. Selain Japanese food yang mendominasi sekitar 50 persen varian, ada pula Indonesian dan Western food sebagai pelengkap. “Untuk Japanese-nya kami unggulkan Hamburg Steak dan Set Menu. Indonesian-nya ada Pencok Kakap dan Bebek Goreng, lalu Western pada umumnya ada pasta dan steak. Kalau minumannya banyak pilihan yang unik, diantaranya Es Klepon, Refreshing Kiwi Tea dan Ice Jasmine Butterfly Tea. Semua diracik dari hati seperti tagline kami Hearty Food,” sebutnya.

Baca Juga :  Webinar Sosialisasi Badung Update Petunjuk Teknis Hibah Pariwisata

Ditambahkannya, target konsumen Michiko Cafe adalah semua segmen kalangan baik itu masyarakat lokal/domestik, mancanegara, maupun grup-grup atau komunitas orang Jepang di Bali.

Salah seorang konsumen, Ratna dari Kuta mengaku sangat terkesan dengan Michiko Cafe. Bahkan, sejak kafe ini dibuka dirinya telah lima kali berkunjung. “Tempatnya nyaman, bisa buat makan sambil kerja atau nongkrong. Dari segi rasa juga sangat cocok dengan lidah. Saya biasanya memesan Pork Belly with Sesame Oil, kadang lunch box berisi sayur, babi panggang, telur, dan sambel matah, lalu minumannya Hot Cappucino atau Jasmine Butterfly Tea,” tutur Ratna sembari menyalakan laptop yang dibawanya. (dar/bpn)