Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Pandemi Covid-19 belum menunjukan tanda-tanda akan mereda sehingga membutuhkan kerja keras semua pihak baik pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat sendiri untuk memutus mata rantai penyebarannya.

Baca Juga :  Dukung PPKM, Buleleng Perketat Pengawasan Kegiatan Masyarakat

Hal itu menjadi bagian pengarahan Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H. kepada seluruh Perwira Kodim 1609/Buleleng, Kamis (18/6/2020) bertempat di ruang rapat Makodim setempat.

“Kunci efektif agar pandemi Covid-19 segera dapat mereda, cepat selesai dan bahkan memutus mata rantai penyebarannya ada pada masyarakat sendiri, yaitu dengan mentaati imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan,” sebut Danrem.

Protokol kesehatan tersebut berupa penggunaan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, penyediaan hand sanitizer, menjaga jarak (social and physical distancing), serta tidak berkerumun atau melakukan kegiatan melibatkan orang banyak.

Maka masyarakat harus taat dan mematuhi penerapan protokol kesehatan jika ingin kembali dapat beraktivitas seperti sebelum terjadinya pandemi. Apabila hal ini bisa dilakukan dengan kesadaran mandiri dan menunjukan hasil yang positif maka disitulah adanya kesiapan untuk memulai kebiasaan hidup baru atau yang umum disebut new normal.

Dengan kondisi saat ini dimana kasus positif Covid-19 semakin hari semakin meningkat dari data yang ada, maka mendisiplinkan masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan menjadi hal yang sangat penting dan urgent.

“Kita sebagai TNI dan bersama Polri telah mendapat amanah dan tugas dari Presiden RI Ir. Joko Widodo untuk membantu pemerintah mendisiplinkan masyarakat terkait Covid-19 ini,” sebut Danrem.

Pelaksanaan tugas ini tentu selaras dengan fungsi dalam melaksanakan pembinaan teritorial atau Binter. Dengan kemampuan pendekatan secara persuasif, efektif dan mengedepankan logika serta memanfaatkan kearifan lokal yang ada maka harus mampu mengimplementasikan tugas ini bagi warga masyarakat.

Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H. bahkan menyebut seperti di Bali yang memiliki komunitas kekerabatan seperti banjar, desa adat dan desa dinas serta juga menerapkan hukum adat di samping hukum positif, maka akan lebih memudahkan untuk mengatur dan memberi pemahaman kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan menghadapi Covid-19.

“Sebagai Aparat Komando Kewilayahan atau Apkowil maka tugas kita adalah untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi permasalahan yang ada. Manfaatkan potensi yang ada seperti kearifan lokal (ada hukum adat) yang ditaati masyarakat untuk memberdayakan wilayah. Dalam hal ini kita (Apkowil) bisa menjadi motivator di lapangan bekerja sama dengan insatansi terkait lainnya,” jelas Danrem.

Baca Juga :  Mahasabha XII KMHDI, PHDI Badung Harapkan Mahasiswa Hindu Jadi Pelopor

Kemudian terkait pengarahan untuk internal satuan, Danrem menyampaikan pentingnya tertib pelaksanaan program kerja dan anggaran satuan. “Apa yang direncanakan, itu dilaksanakan dan kemudian dilaporkan. TNI itu bekerja berbasis pada kinerja, maka program kerja dan anggaran harus dilaksanakan dengan efektif dan efisien dan tepat waktu pelaksanaan terlebih hampir semua anggaran telah didukung dengan sistem Daftar Isian Pelaksana Anggaran atau DIPA yang mana dana atau anggaran sudah tersedia sementara tugas kita menindaklanjuti dengan administrasi yang baik yaitu perencanaan, pelaporan dan juga pertanggung jawaban keuangannya atau Wabkunya,” tegas Danrem.

Danrem 163/Wira Satya melakukan kunjungan kerja ke Kodim 1609/ Buleleng didampingi oleh Ketua Persit KCK Koorcabrem 163/Wira Satya Nyonya Fetty Husein Sagaf dan beberapa Perwira Staf Korem 163/Wira Satya. Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto didampingi istri, Para Perwira Staf dan Para Danramil menyambut kedatangan Danrem beserta rombongan. (dar/bpn)