Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASARBanjar Bali di Inggris di bentuk oleh orang-orang Bali diperantauan dan juga bagi mereka non-Bali yang sangat peduli terhadap kehidupan pariwisata, sosial dan seni budaya Bali.

Baca Juga :  Dukung Petani Lokal, Sayurbox Hadir di Bali dan Surabaya

Secara resmi Banjar Bali diresmikan pada tanggal 30 Nopember 2019 oleh Bapak Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Inggris Raya, demikian disampaikan Ketut Pande Artawan selaku Ketua Banjar Bali United Kingdom.  Hal ini disampaikan langsung dari Inggris lewat Zoom dalam acara webinar di ikuti 30 peserta dengan host oleh Desa Wisata Academy yang dikomandoi oleh Mangku Kandia.

“Kehadiran Banjar Bali di Inggris sebagai pengobat rindu terhadap kampungan halaman di Bali. Dengan berkumpul mereka saling peduli sesama warga Bali sekitar 350 kepala keluarga,“ kata Ketut Pande Artawan.

Ketut Pande Artawan menambahkan, mereka memohon ketika hari raya kuningan tiba ada salah satu sulinggih yang studi live dari Bali memberikan darma wecana untuk siraman rohani mereka.  Banjar Bali juga ikut membantu warga yang mengalami kematian dan mereka ikut membuatkan upakara seadanya mengingat kondisi Inggris dan Bali berbeda.

“Ada keinginan dari krama banjar Bali untuk mendapatkan siraman rohani untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang Hindu Bali di perantauan,” pungkasnya.

Sementara itu, wayan Gunawan yang seorang Insinyur pesawat terbang di inggris sangat merindukan seperangkat gambelan Bali di Inggris yang selama ini setiap kegiatan tari menggunakan alat music kaset jepang. Hal tersebut disampaikan kepada sesmen Kemenparekraft, Giri Adnyani di Jakarta yang ikut juga bergabung dalam Zoom ini.

“Kita akan mencoba memfasilitasi untuk dibicarakan dengan Dirjen kebudayaan yang mengurus masalah tersebut,” pungkas Giri Adnyani.

Nara sumber yang dihadirkan langsung dari Inggris yaitu Putu Purwaningsih bekerja di Staf BUMN Jakarta sedang mengikuti suami belajar magister pertambangan di Inggris mengatakan, sangat mudah mensekolahkan dua putranya disekolah dasar di Inggris tanpa biaya. Pendekatan Pengajaran di negeri inggris ini sangat humaris tidak ada sekat berjarak antara guru dan anak didik.

Visa belajar mereka dapat diekstensi lagi 2 tahun setelah tamat belajar artinya mereka bisa bekerja di Inggris. Walaupun baru delapan bulan di Inggris tapi Putu sangat menikmati suasana di Inggris raya. Sementara itu,Ketika covid 19 ini, di Inggris Lock down, hanya alasan tertentu boleh keluar salah satunya untuk mencari makanan.

“Lockdown di Inggris musim panas banyak warga yang keluar untuk berjemur apakah di taman atau dipantai yang sebelumnya gelap gulita,” pungkas Putu. (ana/bpn)