Baliportalnews.com
Selalu terhubung dengan kami.

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Jika dibandingkan triwulan I tahun 2019 (y-on-y), ekonomi Bali pada triwulan I tahun 2020 ini tercatat tumbuh negatif 1,14 persen. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Adi Nugroho melalui live streaming di kantornya, Denpasar, Selasa (5/5/2020).

Baca Juga :  Pemkot Denpasar Pertahankan Opini WTP 12 Kali Berturut Dari BPK RI

“Pada sisi lapangan usaha, pertumbuhan negatif terdalam tercatat pada kategori I (penyediaan akomodasi dan makan minum) yaitu -9,11 persen,” kata Adi Nugroho.

Sementara dari sisi pengeluaran, komponen impor luar negeri tercatat sebagai komponen dengan pertumbuhan negatif terdalam yaitu sebesar -38,81 persen.

Menurut Adi Nugroho, ekonomi Bali pada triwulan I tahun 2020 diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp 60,60 triliun dan berdasarkan atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat sebesar Rp 38,65 triliun.

Baca Juga :  Tumbuh 19 Persen, 37 Bandara Injourney Airports Layani 14,4 Juta Penumpang pada April 2024

Secara q-to-q (dibandingkan dengan triwulan sebelumnya), ekonomi Bali pada triwulan I tahun 2020 juga mencatatkan angka pertumbuhan yang negatif, yaitu sebesar -7,67 persen. “Menurut lapangan usahanya, pertumbuhan negatif terdalam juga tercatat pada kategori I (penyediaan akomodasi dan makan minum) yaitu -15,12 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan negatif terdalam dicatatkan komponen pengeluaran pemerintah (PK-P) sebesar -42,61 persen,” imbuhnya.

Dikatakannya, struktur ekonomi Bali pada triwulan I tahun 2020 tercatat masih didominasi kategori I (penyediaan akomodasi dan makan minum) dengan kontribusi sebesar 21,81 persen. Sementara kontribusi terbesar dari sisi pengeluaran adalah komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT) dengan sumbangan sebesar 51,44 persen. (dar/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News