Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pandemi Covid-19 membawa dampak buruk pada industri pariwisata, khususnya MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition). Padahal di Bali, MICE selama ini menjadi penyumbang terbesar atau sekitar 57 persen dari total pendapatan di industri pariwisata. Sumbangan pendapatan MICE Bali sebesar Rp 57 triliun kepada pendapatan negara.

Baca Juga :  Pj Gubernur Bali Bangga Bali Jadi Provinsi Pertama Peluncuran Layanan Elektronik Pertanahan Secara Penuh di Semua Kabupaten/Kota

Dalam Wbinar Sesion 2, Road to map Bali’s next Normal, Is Bali Ready for a MICE Business yang diikuti oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, dan Ketua BTB Provinsi Bali IB Agung Partha Adnyana, Kamis (28/5/2020), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan sektor MICE harus dipersiapkan dengan baik. “Potensi MICE terhadap perekonomian di satu destinasi wisata selama ini sangat tinggi. Dari data kami, nilai pengeluaran bisnis visitor di sektor MICE ini lebih besar 17,5 persen dibandingkan pengeluaran pada bisnis kunjungan wisata atau liburan,” ungkap Wishnutama.

Dikatakan, selama kurun waktu tiga bulan ini sebanyak 96 persen aktivitas MICE ditunda pelaksanaannya dan 86 persennya dibatalkan. Rencananya, aktivitas MICE dilakukan di 17 provinsi di Indonesia dan sebagian besar dipusatkan di Bali. Maka, dalam penerapan “New Normal” di sektor pariwisata, Wishnutama berharap sektor MICE bisa mendapat perhatian khusus. Salah satunya adalah penerapan protokol kesehatan dan keamanan yang maksimal sehingga aktivitas MICE di Bali bisa dilakukan dengan nyaman. “Kami berharap aktivitas MICE di Bali bisa menjadi core business di industri pariwisata nasional,” imbuhnya.

Untuk mendukung hal itu, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan beberapa kementerian. “Salah satunya adalah Kemeterian PU, yang kami fokuskan pada pembangunan insfrastruktur New Normal dan penanganan sampah yang terstruktur, sehingga kebersihan destinasi bisa menjadi prioritas,” tambahnya.

Untuk pengembangan sektor MICE di Bali, dalam waktu dekat pihaknya akan menginstruksikan aktivitas MICE baik itu yang diselenggarakan oleh pemerintahan maupun swasta akan dipusatkan di Bali.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyatakan kesiapan industri pariwisata di Bali dalam menghadapi era “new normal’ ini. Pandemi Covid-19 telah melahirkan budaya baru, yakni new normal, sebuah kehidupan baru yang mengikuti beberapa persyaratan yang tertuang pada protokol kesehatan, seperti memenuhi standar kesehatan dan keamanan.

Baca Juga :  Sarana Prasarana Terpenuhi, Diperlukan Pengawasan dan Evaluasi Perpustakaan yang Ada

“Mau tidak mau Bali juga harus mengikuti protokol tersebut, atau Bali menawarkan satu konsep baru. Contohnya, menyelenggarakan pertemuan di tempat terbuka, hal ini karena dalam budaya Bali ada konsep balai banjar atau wantilan dengan duduk di bawah (lesehan) sebagai salah satu tata cara melakukan pertemuan dalam aktivitas adat dan budaya Bali,” ungkapnya.(agni/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News