Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASARGerakan Masker Bersama Tat Twam Asi, kembali melakukan penyerahan bantuan kepada Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Kamis (6/5/2020).

Baca Juga :  Kasus Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar Melejit di Angka 23 Orang, Kasus Meninggal Dunia Nihil

Bantuan yang diserahkan berupa Baju Kaos yang bermotif edukasi dalam penggunaan masker yang bertujuan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Bali.

Gerakan “Tat Twam Asi” Saya Melindungi Anda, Anda Melindungi Saya, ini diinisisasi oleh Tokoh Intelektual Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa,M.Si sekaligus ketua LLDikti 8 melalui APTISI dan GHE serta didukung oleh stakeholder pariwisata dan instansi lainnya seperti Bank Indonesia, PHRI, ITDC, IHGMA, BVA, IHKA, ICA, IFBEC, HFLA, BASCOMM, ASPERAPI, IVENDO, PERHUMAS, SUKSMA BALI, HCB, PAKARTI Garuda Indonesia, dan Bali Institute.

Menurut Prof. Dasi Gerakan Masker Bersama berkomitmen untuk mendukung program dan upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, baik dengan memberikan bantuan berupa APD atau masker dan juga yang terpenting adalah mengedukasi masyarakat, karena edukasi merupakan senjata yang paling ampuh dalam melawan Pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Percepat Vaksinasi, Pemkot Denpasar Lakukan Vaksinasi Berbasis Banjar

“Ayo kita educate, commit, action dan continue, bersama kita bisa,” jelas prof. Dasi.

Sementara Ketua APTISI Wilayah VIII Bali, Dr. I Made Sukamerta, M.Pd, yang juga Rektor Unmas mengatakan bantuan ini digalang dari mahasiswa, dosen serta karyawan APTISI Bali yang beranggotakan 58 PTS. APTISI berkomitmen untuk menjadi bagian dari Gerakan Masker Bersama Tat Twam Asi dan bersama – sama membantu Stagas Pemprov Bali dalam menuntaskan masalah Covid-19 di Bali.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra selaku Ketua Satgas Covid-19 Provinsi Bali sangat mengapresiasi Gerakan Masker Bersama yang dilakukan oleh APTISI dan Stakeholder Pariwisata sebagai gerakan bersama dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di Bali.

Baca Juga :  Bupati Tamba Paparkan Perkembangan Covid-19 di Jembrana, Fokuskan Penanganan Nataru dan Pintu Masuk Gilimanuk

“Saya sangat terharu dengan support yang diberikan para relawan dari APTISI dan Stakeholder Pariwisata, gerakan ini membuktikan bahwa tugas penuntasan Covid-19 tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah, namun sudah menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Dewa Indra.

Dewa made indra menyakini bahwa kita bisa melawan ini (Covid-19) lebih cepat dan tuntas melalui gerakan bersama, yaitu dengan mendisiplinkan diri, menggunakan masker, social distancing dan menjalankan pola hidup sehat.

“Strategi satgas sebelumnya focus pada pertahanan pintu masuk untuk mengantisipasi imported cases, sejak eskalasi kedatangan sudah menurun, maka sekarang lebih fokus pada pencegahan transmisi lokal. Sehingga Gerakan Masker Bersama Tat Twam Asi akan sangat membantu dalam mengedukasi untuk memutus rantai transmisi local,” tambah Dewa Indra.

Baca Juga :  BPNT Cair, 15.661 KK Jembrana dapat Sembako Kemensos

Ketua Panitia Gerakan Masker Bersama, Yoga Iswara, BBA., BBM., MM., CHA menyampaikan bahwa kita akan memasuki transisi menuju tahapan A New Normal, artinya segala sesuatu yang akan kita hadapi kedapannya tidak bisa menggunakan pola-pola yang lama. Pandemi Covid-19 memaksa kita untuk masuk pada equilibrium baru dimana pola kesehatan, social distancing dan imunitas tubuh menjadi sangat penting untuk diri kita dan lingkungan sekitarnya termasuk bagaimana kita mengelola sebuah bisnis kedepannya.

“Virus Corona ini bisa saja tidak akan pernah berakhir secara total, ia akan menjadi bagian siklus alam seperti penyakit lainnya yaitu DB, Malaria, Flu, namun kami yakin paradaban manusia akan menemukan cara untuk mengatasinya salah satunya dengan adanya vaksin atau dengan merubah pola hidup kita. Things may never be the same again,” ungkap yoga iswara.

Ketua Harian BPP IHKA, Nyoman Sugiartha, CHT, mengingatkan pentingnya Gerakan Masker Bersama untuk saling melindungi dan sangat efektif untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Bali. Program ini juga perlu diedukasi pada masyarakat hingga di tingkat desa, untuk menghindari jangkauan pandemi yang bisa meluas dan masuk ke desa-desa di Bali. Semua masyarakat bisa berkontribusi dalam pemutusan rantai penyebaran virus ini, dengan menggunakan masker, menjalankan pola hidup yang sehat, tingkatkan imunitas dan ikuti intruksi pemerintah sebagai satu komando.

Baca Juga :  Bantu Tanggulangi Covid-19, PLN Serahkan Bantuan Rp 200 Juta

Sementara Ketua IFBEC, Ketut Darmayasa S.IP., MM., CHT menambahkan bahwa Gerakan Masker Bersama sebagai gerakan gotong royong dari Stakeholder Pariwisata yang bersinergis dengan pihak akademisi serta masyarakat dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 di Bali.

“Kita harus yakin bahwa bersama kita bisa dan kita berharap bahwa Bali menjadi daerah pertama di Indonesia yang bebas dari wabah Covid-19,” kata Darmayasa.

Adapun Jumlah bantuan yang diserahkan ke Satgas Pemprov Bali pada hari ini adalah 500 pcs berupa baju kaos Gerakan Masker Bersama untuk Relawan Satgas, sekaligus sebagai bentuk edukasi masyarakat untuk menggunakan masker dan bersama-sama memutus rantai penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Langkah Denpasar Antisipasi Virus Corona

Sebelumnya pada hari Senin 20 April 2020 lalu, Gerakan Masker Bersama telah menyerahkan bantuan tahap awal yaitu berupa APD Masker Kain 11.918 pcs, APD Tutup Kepala 10 Box, APD Sarung Tangan 70 box, Berbagai Vitamin, dengan total nilai sumbangan tahap pertama adalah sebesar Rp. 79.130.000.

Diharapkan gerakan ini bisa menjadi spirit bersama dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Bali serta menjadikan Bali sebagai provinsi yang pertama bebas dari Covid-19.(agg/bpn)