Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASARUntuk menekan penularanan Covid-19 Pemerintah Kota Denpasar telah memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Denpasar. Dalam rangka penerapan PKM tersebut Dinas Pariwisata Kota Denpasar memberikan sosialisasi protokol kesehatan dalam berniaga bagi pengusaha rumah makan, restoran, food court dan kafe.

Baca Juga :  Peringati Hari Pendidikan Nasional, Pemkot Denpasar Lakukan Pencatatan Rekor Muri Edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah

“Sosialisasi ini telah berlangsung dari tanggal 14 Mei 2020 dan akan berakhir 20 Mei mendatang. Untuk saat yang telah terealisasi baru 59,34%, karena ada pelaku usaha yang menutup usahanya dan sisanya akan diselesaikan secepat mungkin sehingga semuanya tuntas dilakukan sosialisasi,” ungkap Kadis Pariwisata Kota Denpasar Ir. M. A. Dezire Mulyani, M.Si saat di hubungi Minggu (17/5/2020).

Lebih lanjut Dezire mengatakan, pihaknya yang membidangi Pariwisata di Kota Denpasar  berkewajiban untuk memberikan sosialisasi tentang penerapan PKM protokol kesehatan berniaga kepada  rumah makan, restoran, food court dan kafe.

Sehingga dalam sosialisasi tersebut pihaknya memberikan pemahaman tentang pedoman PKM kepada mereka tentang protokol keamanan seperti mengatur posisi tempat duduk konsumen dengan jarak minimal 1,5 meter atau membatasi jumlah tempat duduk/kursi menjadi 50% dari yang ada sebelumnya atau tidak menyediakan tempat duduk sama sekali.  Tidak memperbolehkan konsumen untuk dine in lebih dari 4 orang, menyediakan sarana cuci tangan di air mengalir beserta sabun setiap pengunjung diwajibkan mencuci tangan sebelum masuk/duduk.

Memprioritaskan layanan berupa bawa pulang makanan dan minuman. Membatasi jumlah kerumunan konsumen. Membersihkan meja dan kursi dengan menggunakan disinfektan segera setelah konsumen meninggalkan tempat  atau rumah makan. Melakukan spray disinfektan ke seluruh ruangan secara periodik setiap hari. Pegawai selalu menggunakan masker, sarung tangan karet/handscoon, pegawai wanita untuk mengikat rambut dan seluruh pegawai memakai tutup kepala. Menjaga kesehatan pegawai dan kebersihan tempat usaha. Membatasi jam oprasional kegiatan usaha sampai dengan pukul 21.00 wita. Turut menjaga stabilitas ekonomi dan kemampuan daya beli konsumen barang dengan tidak menaikkan harga barang.

Diimbau kepada konsumen untuk lebih mengedapankan pemakaian uang elektronik untuk transaksi pembayaran. Serta menyarankan melaksanakan rapid test mandiri bagi pekerjanya untuk memastikan bahwa kondisi kesehatan pekerjanya aman untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat apabila ada indikasi pegawai terpapar Covid-19.

Sosialisasi yang diberikan ternyata disambut hangat pelaku usaha, bahkan mereka berharap agar pemda memberikan lebih banyak sosialisasi yang serupa kepada masyarakat lainnya, sehingga lebih paham mengenai protokol kesehatan dan mengetahui perbedaan PKM dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

‘’Kami telah menyampaikan PKM ini bentuknya sama seperti yang telah kita lakukan setiap harinya seperti jaga jarak, menggunakan masker dan cuci tanggan. Cuma diperketat lagi di perbatasan untuk menyetop penularan Covid-19,” jelasnya.

Selain memberikan sosialisasi tentang protokol keamanan kesehatan, Dizire juga mengajak pelaku pengusaha untuk memanfaatkan apilkasi berbasis website yang bernama @makindekat https://makindekat.com. Website itu dibuat oleh Badan Kreatif Denpasar sehingga tidak berbayar dan siapa saja bisa menggunakan.

Dengan memanfaatkan website ini, pengusaha atau pelaku usaha bisa mempromosikan jenis-jenis produknya. Jika ada yang memesan makanan untuk mengantarkan bisa memperdayakan karyawannya atau masyarakat sekitar yang sudah berhenti dari pekerjaanya atau yang dirumahkan.(ayu/humas-dps/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News