istimewa/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Taufik Hidayat asal Jalan Pulau Biak Gang 18 Nomor 6B Denpasar Barat, pelaku pembobolan SMP PGRI 7 Denpasar menangis saat mengakui kesalahannya di Mapolresta Denpasar. Selain menyesal, dia menangis karena merasa kesakitan setelah kaki kanannya ditembak oleh polisi.

Baca Juga :  Kabar Baik, 3 Pasien Positif Corona di Denpasar Sembuh, Total 25 Orang Sembuh, Tidak Ada Penambahan Kasus Baru
KLIK GAMBAR DI ATAS UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI LEBIH LANJUT !!!

Taufik Hidayat ditangkap polisi pada Senin (27/4/2020) sekitar pukul 19.30 Wita, tak berselang lama setelah membawa kabur 17 laptop milik SMP PGRI 7 Denpasar.

“Pelaku ditangkap saat dia sedang duduk di teras kosnya,’’ terang Direktur Krimum Polda Bali Kombes Andi Fairan, Selasa (28/4/2020) siang.

Dalam penangkapan itu, pelaku dihadiahi timah panas pada bagian kedua kakinya. Tindakan tegas terukur itu dilakukan polisi karena Taufik Hidayat berusaha kabur dan melawan saat akan diamankan petugas.

Penangkapan pelaku bermula dari Laporan Polisi Nomor: LP-B/150/IV/2020/BALI/RESTA/SEK DENSEL tanggal 27 April 2020. Kejadian pencurian di SMP PGRI 7 Denpasar diketahui pada pukul 06.00 Wita oleh I Made Wija (55) yang bekerja sebagai waker saat mematikan lampu dan bersih-bersih di sekolah.

Ketika sedang bersih-bersih, warga Jalan Mandalasari Denpasar ini melihat terali besi salah satu ruangan sudah lepas. Setelah dicek, sebanyak 17 unit laptop berbagai merek raib.

Baca Juga :  Bupati Suwirta Tertibkan Penerima BST Tak Disiplin 

Melihat kejadian tersebut, ia kemudian menghubungi seorang guru, Wayan Mundra (57). Selanjutnya Wayan Mundra melaporkan kejadian tersebut kepada guru komputer I Nyoman Budi Suartika (52). Oleh Budi Suartika melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Densel.

Dari laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan. Penyelidikan juga dilakukan dengan mendatangi tempat jual beli laptop di di RTC Rimo Jalan Diponegoro, Denpasar Barat. Di sana, ada pembeli memberi keterangan bahwa ada yang menjual laptop bekas ke pihaknya.

Setelah meminta keterangan dari pembeli laptop menerangkan bahwa pelaku bernama Taufik dengan perawakan rambut tipis badan besar dan bertato tinggal di sekitaran Jalan Pulau Biak.

Baca Juga :  Pemkot Denpasar Segera Terapkan PKM Non PSBB Mulai 15 Mei Mendatang

Pelaku akhirnya berhasil ditangkap saat sedang duduk di teras kosnya. Pelaku mengakui perbuatannya melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan spesialis membobol kantor sekolahan.

Namun saat dilakukan pengembangan menunjukkan lokasi kejadian, ia berusaha kabur sehingga ditembak polisi. “Pelaku melakukan pencurian dengan cara merusak pintu dan juga jendela teralis menggunakan obeng,” terang Andi Fairan.

Kepada polisi, pelaku mengaku telah melakukan tindak pidana pencurian sebanyak delapn TKP dengan sasaran sekolah-sekolah, yaitu SMP PGRI 7 Panjer Jalan Waturenggong, SD 14 Dangin Puri Jalan Surapati, SMA Harapan Jalan Raya Sesetan, SDN 3 Pemecutan Jalan Gunung Penulisan, Yayasan Erlangga Jalan Akasia, SDN 5 Pedungan, SD di Jalan Batukaru dan SD di Jalan Tukad Banyusari.

Baca Juga :  Warga Terdampak Covid-19 di Klungkung Terima Bantuan PUPR  

“Masih kita dalami dan kembangkan lebih lanjut. Karena tidak menutup kemungkinan masih ada TKP yang lain,” ujarnya.

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan, 9 unit laptop Lenovo, satu unit laptop Toshiba, tiga unit laptop Assus, satu proyektor merk Sony, satu buah kamera merk Cannon EOS 1100D dan satu buah handycam Sony. Kini pelaku diamankan di Mapolresta Denpasar untuk diproses lanjut. (r/bpn)