BALIPORTALNEWS.COM, JEMBRANA – Pasien positif Covid-19 di Jembrana bertambah dua orang. Sehingga total sampai hari ini, Selasa (7/4/2020) pukul 14.00 wita tercatat 4 kasus positif di Jembrana. Sebanyak dua tambahan positif baru merupakan warga Jembrana asal kecamatan Negara dan kecamatan Melaya.

“Kasus baru satu orang merupakan transmisi lokal dari pasien positif sebelumnya (istri dari pasien positif pertama). Yang kedua setelah kami tracing merupkan imported case, PMI sempat bepergian keluar negeri,” kata Humas gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Jembrana, dr. I Gusti Agung Putu Arisantha, dalam keterangan persnya bersama Wakil Ketua I Gugus Tugas Letkol Jefry Marsono Hanok serta Kabag Ops. Polres Jembrana I Wayan Sinaryasa.

Lebih lanjut disampaikan Arisantha, keempat pasien positif itu kini masih dirawat di ruang isolasi RSU Negara. “Saat ini masih dirawat, namun kondisinya sudah membaik. Kita fokuskan untuk isolasi di RSU menunggu hasil swab berikutnya,” ujar Arisantha.

Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan Jembrana kini jumlahnya menjadi 8 orang. 4 dari mereka positif. 3 sudah sembuh dan kini diawasi dirumah dan 1 orang tengah menjalani perawatan di RSU Sanglah.

Baca Juga :  Kelurahan Sumerta Gencarkan Inovasi Suling

“Penambahan 3 orang PDP itu hasil tracing gugus provinsi. Mereka warga KTP Jembrana tapi dirawat di luar Jembrana,” terang Arisantha.

Sementara untuk jumlah ODP, dari data yang dihimpun gugus tugas Jembrana per hari ini Selasa (7/4/2020) berjumlah 102 orang. Angka itu bertambah tujuh orang dari sebelumnya. Sedangkan 31 diantara ODP itu kini sudah sembuh atau selesai dalam pemantauan.

Menyikapi tambahan kasus positif baru ini, Pemkab Jembrana disebutnya sudah memperluas penelusuran kontak. Diantaranya tracking kontak terhadap cluster kecamatan Negara, dan Melaya.

“Untuk cluster baru di Negara dan Melaya hari ini sudah diambil rapid tes. Total sebanyak 15 orang di RSU Negara,” jelasnya.

Kedepan untuk mempersingkat jarak lokasi dengan tempat tinggal ODP, pihaknya sedang menyiapkan 10 puskesmas se-Jembrana sebagai tempat pelaksanaan rapid test. Tenaga analis pun sudah dilatih untuk kesiapan dilapangan.

“Jadi nanti tidak hanya dipusatkan di RSU Negara. Rapid test ini untuk menjangkau ODP di Jembrana karena sampai hari ini masih ada 30 ODP yang belum mengikuti tes rapid,” papar Arisantha.

Baca Juga :  Apel Gelar Pasukan Tni, Bupati Artha: Pilkada Jembrana 2020 Harus Berjalan dengan Lancar, Aman dan Damai

Sementara Wakil Ketua I Gugus Tugas yang juga Dandim 1617 Jembrana, Letkol Jefry Marsono Hanok mengatakan penanggulangan Covid-19 ini adalah tugas bersama. Pihaknya melalui babinsa dan babhinkamtibmas sudah membentuk satgas gotong royong dimasing masing desa/kelurahan. Tugasnya rutin turun ke masyarakat, melakukan pengecekan dan himbauan langsung kemasyarakat terkait langkah-langkah penanganan Covid-19. Termasuk melakukan penyemprotan desinfektan sebagai pencegahan awal.

“Jadi kami tegaskan, semua pihak terlibat, membentuk satgas gotong royong ini. Semuanya bersinergi, tidak ada kerja sendiri untuk melakukan aksi nyata pencegahan covid-19 dimasyarakat,” jelasnya.

Sedangkan Bupati Jembrana I Putu Artha kembali menghimbau masyarakat untuk ikuti anjuran pemerintah dengan tinggal dirumah, terkecuali ada kepentingan mendesak. Artha mengingatkan kembali agar jangan sampai ada lockdown wilayah. Membantu penelusuran kontak, Artha juga berharap warga aktif melaporkan dirinya.

“Segera laporkan diri, bisa lewat kelian / kaling untuk difasilitasi rapid test kalau memang pernah kontak. Kalau ada warga yang tidak mau rapid test, bisa dilaporkan ke pihak berwajib,” tegas Artha.

Demikian juga untuk kerumunan masyarakat, Artha berharap agar dihentikan. “Saya melihat masih ada yang kumpul-kumpul. Kalau ada yang melanggar, pihak gugus melalaui aparat kepolisian berhak untuk membubarkan. Ini demi keamanan kita bersama untuk menghentikan penyebaran virus,” pungkasnya. (agg/bpn)