BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Anggaran penanganan Covid-19 di Buleleng nantinya akan dialokasikan secara bertahap. Sesuai dengan perkembangan situasi penanganan wabah. Saat ini, Pemkab Buleleng sudah mengalokasikan anggaran pada Belanja Tidak terduga (BTT) sebesar Rp 17 miliyar. Anggaran tersebut tidak menutup kemungkinan untuk ditambah apabila masa tanggap darurat diperpanjang dan kebutuhan penanganan Covid-19 di Buleleng juga dianggap masih kurang.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Suyasa,M.Pd saat memberikan keterangan pers melalui video conference terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng, Minggu (12/4/2020).

Dijelaskan Suyasa, Bupati Buleleng sudah mengeluarkan edaran kepada seluruh kepala SKPD terkait penundaan kegiatan yang sifatnya tidak sangat perioritas, belum berjalan, dan belum memiliki kontrak.

Nantinya anggaran tersebut dapat dialokasikan untuk penanganan Covid-19 sepanjang sumber dananya tersedia. Sampai saat ini belum ada angka rupiah yang absolut dalam penanganan Covid-19. “Karena kami belum tahu hingga kapan pandemi ini akan berakhir,” jelasnya.

Baca Juga :  Triwulan III Tahun 2020, Realisasi PAD Buleleng Capai 67 Persen

Kegiatan yang masih bisa dilaksanakan adalah kegiatan yang bersifat rutin antara lain gaji pegawai. Sedangkan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang masih bisa dilaksanakan adalah DAK untuk Pendidikan dan Kesehatan. Menurutnya, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mendorong keberlangsungan ekonomi masyarakat.

“Apabila masa tanggap darurat ini diperpanjang dan membutuhkan anggaran tambahan, maka akan segera dilakukan peralihan anggaran guna menanggulangi dampak Covid-19 ini,” ucap Suyasa.

Pemkab Buleleng sampai saat ini masih menunggu adanya rasionalisasi dana transfer dari pusat. Selain sumber dana DAK, Pemkab Buleleng telah memproleh informasi bahwa akan ada pengurangan sumber dana dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Insentif Daerah (DID).

Terkait dengan perkembangan Covid-19 di Buleleng, Suyasa memaparkan sampai saat ini pasien positif yang dirawat di Buleleng masih tetap berjumlah satu orang. Adapun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang saat ini masih dalam perawatan berjumlah satu orang. Sebelumnya terhadap PDP yang berkode PDP 10 itu telah dilakukan tes swab pertama dan hasilnya negatif. Saat ini, masih menunggu hasil swab yang kedua.

Baca Juga :  Berbagi Kebahagiaan, PLN Salurkan Bantuan untuk 75.000 Anak Yatim dan Dhuafa

“Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang bergejala terjadi penambahan satu orang menjadi tiga orang. Penambahan satu ODP berasal dari pekerja kapal pesiar dengan gejala batuk. Namun, setelah dilakukan rapid tes di bandara hasilnya negatif dan saat ini sedang isolasi mandiri,” tambahnya.

Untuk dua ODP lainnya, satu orang masih dirawat di RS Pratama Giri Emas  dengan hasil swab negatif dan menunggu hasil swab kedua dan satu orang lagi masih karantina secara mandiri.  Sedangkan jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) secara akumulatif berjumlah 163 orang. 137 orang diantaranya sudah selesai masa pantau dan 26 orang menjalani karantina mandiri.

Selain PDP, ODP dan OTG di atas, saat ini juga sedang dilakukan pemantauan terhadap pelaku perjalanan negara terjangkit dan wilayah transmisi lokal. Adapun jumlahnya secara akumulatif sebanyak 1.775 orang, 786 orang diantaranya telah berkahir masa pantau selama 14 hari. Sisanya sebanyak 989 orang masih dipantau oleh puskesmas setempat. (stu/humas-bllng/bpn)