BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Manajer Operasioal DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana, mengakui ada penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot. “Penurunan jumlah kunjungan wisatawan, ditambah dengan isu corona virus, ini di luar dugaan kami,” ungkapnya, Minggu (8/3/2020).

Namun, lanjutnya, pihaknya tetap melakukan berbagai terobosan untuk mempromosikan daya tarik wisata ini. Salah satunya adalah dengan menggelar ‘Tanah Lot Art and Food Festival 2020’, yang akan dilaksanakan pada 13-15 Maret 2020.

Hal senada diungkapkan Sekda Tabanan I Gede Susila, saat memimpin jumpa pers di Tanah Lot. Festival dengan tema ‘Tirta Kamandalu’ kali ini, bukan semata-mata digelar karena menurunnya jumlah kunjungan wisatawan ke Tanah Lot.

“Festival kali ini merupakan ketiga kalinya. Mudah-mudahan melalui festival kali ini juga bisa mampu membangkitkan gairah kepariwisataan di Bali, khususnya di Tanah Lot,” ujarnya.

Susila pun mengakui jika turunnya jumlah kunjungan wisatawan dalam tiga bulan terakhir ini merata di semua objek wisata di Kabupaten Tabanan. “Bukan hanya terjadi di Tanah Lot, tetapi juga di sejumlah objek wisata lainnya seperti di DTW Ulun Danu Beratan, DTW Jatiluwih, dan lain-lain,” tukasnya.

Baca Juga :  Ketua Non Aktif LPD Tanggahan Peken Jadi Tersangka, Korban Apresiasi Kinerja Polda Bali

Sementara data kunjungan di DTW Tanah Lot, pada 2019 tercatat 2.797.126 wisatawan. Dalam tiga bulan terakhir, pada Januari 2020 dengan data kunjungan wisatawan domestik 133.147 orang, dan mancanegara 111.227 orang. Februari; domestik 81.151 orang, mancanegara 67.436 orang. Maret sampai dengan tanggal 7; domestic 18.434 orang, mancanegara 12.415 orang.

“Melalui festival kali ini, kami mencoba mengembalikan kondisi kepariwisataan di Kabupaten Tabanan, dengan harapan kunjungan wisatawan pun meningkat,” harapnya. (ita/bpn)