BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Mendukung dan menyikapi wabah penyakit babi di Bali, khususnya di Tabanan, Pemkab Tabanan berencana akan membeli babi dari para peternak dan masyarakat, untuk kegiatan mapatung massal. Hal itu sekaligus dalam rangka menyambut hari raya Galungan.

Kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada Senin (17/2/2020) mendatang, di halaman depan Kantor Bupati Tabanan. Hal itu pun terungkap saat rapat antisipasi wabah penyakit babi, di Rumah Jabatan Bupati Tabanan, Kamis (13/3/2020) petang. Rapat tersebut dipimpin Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti.

Rapat melibatkan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan. Hadir pula Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUPBI) Bali, I Ketut Hari Suyasa.

Sesuai kesepakatan bersama, Pemkab Tabanan  berencana akan membeli babi dari para peternak dan masyarakat, dengan nilai sekitar Rp 25.000,- sampai dengan Rp 28.000,- per kilogram untuk babi hidup yang sudah dipotong (bukan babi sakit). Babi yang akan disiapkan sekitar 300 ekor, dan dagingnya akan dibagikan kepada sekitar 11.000 orang ASN di Tabanan.

Baca Juga :  Avanza Tabrak Truk, Arus Lalin Terganggu

Kegiatan yang akan dilangsungkan di halaman depan Kantor Bupati Tabanan itu, juga dirangkaikan dengan aksi makan daging babi oleh Bupati Eka beserta jajaran OPD dan staf di lingkungan Pemkab Tabanan.

Hal ini juga menegaskan bahwa babi meskipun saat ini terserang wabah, dagingnya masih aman untuk dikonsumsi, jika sudah dimasak dengan benar.

“Jadi, daging yang akan dimakan itu sudah bersih, sudah dikemas. Silakan dipikirkan, mau dipotong di mana, yang penting saat hari H itu sudah siap. Nanti saya serahkan secara simbolis, habis itu kita makan daging babi. Siapkan beberapa ekor. Kita kasih lihat dan kita makan yang lahap, sehingga mengurangi kecemasan masyarakat akan daging babi,” ujar Bupati Eka.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Tabanan, I Made Budana, pun menambahkan, terkait dengan rencana aksi makan daging babi pada Senin mendatang, pihaknya telah menyiapkan ratusan babi yang siap dipotong, yang berasal dari para peternak babi dan masyarakat. Daging babi hidup menjelang hari raya Galungan, disepakati Rp 25.000,- hingga Rp 28.000,- per kilogram.

Baca Juga :  Korem 163/Wira Satya Ikuti Sosialisasi Sistem Pembayaran Digital Berbasis QRIS

“Setelah dideklarasikan kesepakatan di beberapa kecamatan di Tabanan, seperti di Kerambitan dan Marga. Maka disepakati harga tersebut untuk daging babi hidup. Ini sekaligus membuktikan bahwa virus babi ini tidak menular kepada manusia,” tegasnya.

Begitu juga Hari Suyasa, turut menegaskan bahwa virus ini tidak menular ke manusia. Hal itu diakui sudah didasari atas kajian-kajian yang telah dilakukan selama ini.

“Intinya, penyakit ini kalau babi dalam keadaan sakit pun jika dagingnya dimakan, aman sekali. Kalau masih ragu, ada dua pilihan setelah makan babi, yaitu minum yogurt dan minum arak. Jadi, secara otomatis gampang dibunuh. Penyakit ini sangat gampang dibasmi, dan juga sangat cepat menyebar,” imbuhnya. (ita/bpn)