BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Merebaknya penyakit yang menyebabkan ratusan babi di Bali sakit dan mati mendadak membuat kelimpungan peternak dan masyarakat menjadi was-was serta takut mengkonsumsi daging babi

Untuk memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung menjelang Hari Raya Galungan ini menyiapkan ratusan petugas yang akan diterjunkan ke masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan keamanan daging babi.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijana mengungkapkan hal itu usai melakukan pemeriksaan ratusan babi yang akan dipotong pada penampahan Galungan di Desa Ayunan Kecamatan Abiansemal, Minggu (9/2/2020).

Menurutnya, petugas yang akan diterjunkan langsung ke tempat- tempat pemotongan babi di masing-masing desa/kelurahan terdiri dari penyuluh, Puskeswan dan dokter hewan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Unud yang akan memberikan edukasi kepada masyarakat sehari sebelum dan saat penampahan.

Lebih lanjut mantan Kabag Organisasi ini mengatakan, sejak merebaknya penyakit yang diduga disebabkan oleh sejenis virus ini pihaknya bersama Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUPBI) Bali sangat gencar memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penyakit babi yang tergolong baru (eksotik) serta cara-cara untuk mencegah penyebarannya.

Baca Juga :  Badung Gencarkan Gerakan Literasi di Usia Dini

Pihaknya juga memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa penyakit ini tidak menular kepada manusia dan daging yang berasal dari babi yang sehat dan diolah dengan baik sangat aman dikonsumsi masyarakat.

Di rumah salah satu peternak babi di Desa Ayunan, I Wayan Subandra, petugas kesehatan hewan dari UPT Kecamatan Abiansemal dan Kabupaten Badung mengecek secara seksama kesehatan babi yang akan dipotong.

Mulai masuk kandang petugas telah memakai perlengkapan sesuai SOP dan disemprot desinfektan. Pemeriksaan sebelum dipotong (amtemortem) dilakukan kepada 35 ekor babi untuk tahap awal dari 130 ekor yang rencananya dipotong.

Hasil pemeriksaan semua babi dalam kondisi sehat dan layak dipotong. Setelah itu akan dilanjutkan pemeriksaan pasca dipotong (postmortem) guna memastikan kondisi daging aman dikonsumsi.

“Upaya ini kami lakukan guna menjamin masyarakat mendapat daging babi yang aman, sehat dan utuh,” jelas Wijana.

Sementara pemilik ternak babi, I Wayan Subandra menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pertanian dan Pangan Badung yang secara proaktif turun ke lapangan mengecek kesehatan ternak babi terlebih menjelang hari galungan.

Baca Juga :  Polres Badung Gelar Deklarasi Damai Menjelang Pilkada Serentak 2020

Untuk galungan kali ini pihaknya akan melakukan pemotongan babi sebanyak 130 ekor untuk dibagikan kepada pelanggannya. Wayan Subandra menerapkan bio security ketat dalam beternak babi, termasuk pemilihan bibit yang baik dan pakan yang bagus.

“Merebaknya virus babi, kami rutin lakukan bio security dengan memilih bibit yang sehat, pakan bagus, kandang standar, adanya sirkulasi, desinfektan dan tidak boleh sembarang orang masuk kandang. Syukur dengan bio security ketat hingga kini ternak babi kami aman, meskipun disekitar banyak babi mati,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan kesehatan ternak babi tersebut, juga dihadiri Kabid Kesehatan Hewan drh. I Gede Asrama, Camat Abiansemal IB Putu Mas Arimbawa, Kepala UPT Peternakan Kecamatan Abiansemal I Ketut Agus Sujana, Tim Kesehatan Hewan dari UPT Kecamatan Abiansemal dan Kabupaten Badung. (humas-bdg/bpn)