Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa.

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Penurunan jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok akibat virus Corona sangat dirasakan oleh para pelaku usaha pariwisata di Pulau Dewata. Itu dikarenakan jumlah Wisatawan Tiongkok menempati kunjungan terbesar kedua yakni 18,2 persen setelah wisatawan Australia, dari total jumlah kunjungan wisatawan ke Bali sebanyak 6,3 juta. Menyikapi fenomena tersebut, Pemerintah Pusat telah menerapkan empat kebijakan terhadap sepuluh destinasi pariwisata.

Destinasi itu meliputi Danau Toba, Yogyakarta, Malang, Manado, Bali, Mandalika, Labuan Bajo, Bangka Belitung, Batam, dan Bintan. Demikian djelaskan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa melalui siaran pers Selasa (25/2/2020) kemarin.

Baca Juga :  Dalam Sebulan Polresta Denpasar Amankan 26 Pelaku Narkoba

“Kebijakan ini bertujuan membantu pemulihan pariwisata dan perekonomian, termasuk di Bali,” terangnya.

Empat kebijakan itu meliputi pertama, Pemerintah memberikan tambahan anggaran sebesar Rp. 298,5 Milyar untuk insentif.Dana tersebut diberikan kepada airline dan travel agent dalam rangka mendatangkan wisatawan asing ke dalam negeri.

Kedua, untuk wisatawan dalam negeri diberikan sebesar Rp. 443,39 Milyar insentif dalam bentuk diskon sebesar 30 persen potongan harga untuk 25 persen seat per pesawat yang menuju ke sepuluh destinasi wisata.

Ketiga, destinasi pariwisata yang tersebar di 33 Kabupaten/Kota tidak dipungut pajak hotel dan restoran sebesar 10 persen selama enam bulan.

Baca Juga :  I Wayan Murdana : Proses Belajar Tahun Ajaran Baru Sesuai Pola yang Disiapkan

“Sebagai gantinya, Pemerintah Pusat akan memberikan hibah sebesar Rp. 3,3 Triliyun kepada sepuluh destinasi pariwisata; Keempat, dalam APBN juga tersedia anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Pariwisata sebesar Rp. 147 Milyar yang akan dikonversi menjadi hibah ke daerah-daerah untuk memacu pariwisatanya,” jelas Astawa.

Terkait kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Pusat

Dalam rangka mempercepat pemulihan kondisi pariwisata Bali, kata Astawa, Gubernur Bali akan menyelenggarakan Rapat Koordinasi dengan mengundang Bupati/Walikota se-Bali dan para pemangku kepentingan pariwisata Kabupaten/Kota se-Bali untuk merumuskan program aksi yang akan diterapkan dalam jangka pendek dan jangka menengah. (da/bpn)