BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – “Sekar Pudak” sekarang menjadi ikonnya Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal. Dipilihnya Sekar Pudak menjadi maskot Darmasaba didasari dari keyakinan masyarakat dimana dulu sebelum adanya Desa Darmasaba, wilayah tersebut merupakan hutan yang banyak ditumbuhi tanaman pudak.

Kini sekar pudak digarap menjadi sebuah tari dan lagu maskot Desa Darmasaba. Maskot “Sekar Pudak” secara resmi dilaunching dan diresmikan oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa di areal Kantor Desa Darmasaba, Minggu (22/12/2019) kemarin.

Wabup Suiasa merasa bangga karena Desa Darmasaba telah memiliki maskot desa yakni sekar pudak. Hal ini membuktikan Desa Darmasaba sudah mampu menggali potensi desanya dengan mengangkat histori dari desa Darmasaba sendiri. Maskot ini akan menjadi ikon desa yang dapat diteruskan kepada generasi muda untuk menjaga, mengawal dan mematrikan sepanjang hayat, sepanjang kehidupan masyarakat di Darmasaba ini.

“Inilah satu warisan kekayaan intelektual budaya yang telah dilakukan oleh masyarakat Darmasaba yang nantinya menjadi sebuah legenda buat generasi mendatang,” jelas Suiasa.

Menurut Perbekel Darmasaba, l Made Taram, munculnya maskot sekar pudak telah didasari atas hasil paruman prajuru bersama sesepuh dan seniman se Desa Darmasaba. Diangkatnya sekar pudak karena dulu Desa Darmasaba sebelum adanya penghuni, banyak tumbuh pohon pudak, maka dari itu jati diri Desa Darmasaba disepakati sekar pudak. Maskot sekar pudak digarap dalam sebuah tarian, tabuh dan lagu (koor) selama satu bulan yang diciptakan para seniman Desa Darmasaba.

Baca Juga :  Ketua DPR RI Puan Maharani Serahkan BST, BSB dan Sembako di Abiansemal

Tari sekar pudak merepresentasikan keindahan sekuntum bunga pudak, pancaran keindahan yang merefleksikan filosofi kehidupan. Kelopak bunga yang lancip menggambarkan ketajaman pikiran, warna putih kelopaknya sebagai lambang kesucian dan warna kuning pada sarinya sebagai refleksi kemuliaan. Keharumannya menyebar ke segala penjuru memberikan kedamaian bagi semua.

“Munculnya maskot ini juga sebagai upaya mendukung komitmen Bupati Badung yang mewajibkan setiap Desa memiliki maskot Desa baik dalam bentuk tari maupun lagu. Maskot desa kami nilai sangat penting sebagai ciri maupun identitas desa,” terangnya. (humas-bdg/bpn)