BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Akhir tahun 2019 ini, SMPN 8 Denpasar mendapat kado spesial yakni Anugerah Lingkungan Hidup berupa trofi Adiwiyata Mandiri. Anugerah tertinggi nasional di bidang lingkungan ini diserahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Siti Nurbaya di Gedung Manggala Wanabakti Kementerian LHK RI di Jakarta, belum lama ini, diterima Wakasek Ni Luh Dian Wahyuni, S.Pd.

Kepala SMPN 8 Denpasar, I Wayan Murah, S.Pd., mengatakan, Anugerah Lingkungan Hidup itu dianugerahkan secara khusus kepada sejumlah sekolah yang dinilai konsisten mengimplementasi komitmen peduli dan berbudaya lingkungan dalam tataran aksi nyata. Tentunya, penghargaan itu makin memantapkan eksistensi dan dedikasi SMPN 8 Denpasar dalam menggerakkan aktivitas-aktivitas pelestarian dan penyelamatan lingkungan.

Di Bali, tahun ini anugerah tertinggi di bidang lingkungan tingkat SMP hanya diraih SMPN 8 Denpasar. Wayan Murah didampingi Tim Adiwiyata SMPN 8 Denpasar, I Made Suda, Ketut Weta, S.Pd., Gusti Ngurah Rai Sukrama, S.Pd., Ni Made Masni, S.Pd., Ni Luh Dian Wahyuni, S.Pd., I Made Suryasa, S.Pd., Dra. Ni Made Suresti, dan Nengah Ruminta, S.Pd., menambahkan, bukan perkara mudah untuk meraih predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri.

Baca Juga :  AMSI Bali Dorong Media Optimalkan Sosialisasi Prokes

Wayan Murah mengatakan, perjuangan untuk mencapai Sekolah Adiwiyata Mandari sudah dilakukan sejak 2013 yaitu mengawali sebagai Kepala SMPN 8 Denpasar.  Pihaknya harus mengikuti serangkaian penilaian mulai dari tim kota hingga dari tim pusat di mana kriteria penilaiannya dititikberatkan pada sikap dan pengetahuan warga sekolah dalam menjaga lingkungan serta penampilan lingkungan sekolah secara menyeluruh.

Sukses sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri ini, sebut Wayan Murah, sesuai dengan visi dan misi sekolah yaitu berkarakter, bermutu, berwawasan budaya dan lingkungan. Dalam pengelolaan lingkungan, SMPN 8 Denpasar mengedepankan pola edukatif, partisipasif, dan berkesimbungan.

Edukatif memberikan pemahaman kepada warga sekolah dan masyarakat sekitar soal peduli lingkungan dan penanaman budaya hidup sehat dan bersih. Termasuk menumbuhkan budaya cinta pohon. Di sekolah ini dikenal moto satu anak satu pohon.  Siswa wajib menanam satu pohon berikut merawat serta memelihara.

Selanjutnya, gerakan partisipasif menggerakkan warga sekolah untuk gerakan peduli lingkungan. Warga sekolah rutin diajak untuk melakukan aksi bersih, peduli lingkungan, penanaman pohon mangrove, termasuk peduli kebersihan di pura-pura di Bali. Bahkan sebelum Perwali dan Pergub turun, sekolah ini sudah melaksanakan gerakan pengolahan dan pemilahan sampah organik dan anroganik serta pengurangan pemakaian plastik.

Baca Juga :  Sasar Masyarakat 17 Tahun, Disdukcapil Denpasar Gelar Jemput Bola Pelangi

Di sekolah ini juga dibentuk pokja dan sudah mengembangkan mata pelajaran muatan lokal pilihan Lingkungan Hidup guna menggugah kepedulian siswa terlibat aktif dalam upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup. Yang menarik, dari penataan lingkungan hijau sekolah sangat maksimal. Pasalnya, dari luas lahan sekolah yang hanya 53,6 are, banyak ditanam pohon perindang dan tanaman hias lainnya. Ini yang membuat suasana SMPN 8 Denpasar selalu sejuk dan nyaman. (tis/bpn)