BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – SMP Widya Sakti Denpasar pantas menyandang gelar sebagai sekolah pro lingkungan. Sekolah ini, kini dipercaya sebagai duta Bali dalam penilaian Adiwiyata Nasional. Menariknya, SMP Widya Sakti maju ke Adiwiyata Nasional tanpa proses verifikasi. Ini disebabkan dari hasil pembinaan tim Adiwiyata Kota Denpasar dan Provinsi Bali serta DLHK Kota Denpasar dan DLHK Provinsi Bali, sekolah ini memenuhi semua unsur penilaian dan pendukung Adiwiyata Nasional.

Kepala SMP Widya Sakti Denpasar, Drs. I Wayan Nendra, mengungkapkan, suatu perjuangan yang sangat berat tapi menyenangkan dipercaya maju ke Adiwiyata Nasional. Perjuangan ini diawali dengan sikap konsisten sekolah mengubah kebiasaan anak-anak dan warga sekolah agar menjadikan sekolah pro lingkungan sebagai budaya sekolah.

Ada empat langkah pro lingkungan yang dilakukan, utamanya menanamkan sikap peduli sampah. Yaitu, lihat, pungut, bawa dan buang sampah pada tempatnya. Selanjutnya memilah sampah, mengolah menjadi pupuk cair dan padat, dan memilih sampah platik. Hasilnya, produksi sampah plastik di sekolah tiap hari terus berkurang dan berkomitmen mewujudkan lingkungan sekolah zero waste.

Wayan Nendra didampingi Waka Kurikulum, Ni Made Yeni Asih, S.Pd.; Waka Kesiswaan, Ni Kadek Indraa Dewi, SE., MM.; Waka Humas, Ni Nyoman Oka Laksmi, S.Pd., dan Waka Sarpras, Made Sutarka, mengungkapkan, di sekolah ini dibuka 21 ekstrakurikuler pengembangan diri termasuk ekstrakurikuler KSPLH (Kelompok Siswa Peduli Lingkungan Hidup). Siswa yang tergabung dalam KSPLH ini rutin melakukan pengelolaan sampah, pemeliharaan kebun dan tanam sekolah. Juga berperan aktif mendukung lingkungan bersih dan sehat di Kelurahan Penatih.

Dalam mengolah sampah, juga dihasilkan pupuk cair yang diberi nama “Sarining Sampah” yang dimanfaatkan untuk kesuburan tanaman di sekolah. Di sekolah ini, masing-masing kelas dibuatkan kebun dan siswa bertanggung jawab memelihara kebun. Anak-anak juga aktif mengolah makanan sehat, salah satunya mengolah daun seledri menjadi roti untuk menurunkan tensi.

Sekolah ini juga aktif mengajak anak-anak pembelajaran di luar sekolah dan menjadikan alam sekitar sekolah menjadi kelas belajar. Salah satunya memanfaatkan bantaran sungai di Penatih sebagai media pembelajaran lingkungan. Ini sekaligus mengajak anak-anak peduli terhadap kebersihan sungai.

Wayan Nendra mengungkapkan, sukses menjadikan sekolah pro lingkungan tak terlepas dari peran guru dan pegawai serta kelompok kerja yang selalu sabar, tabah, tekun dan ulet secara terus-menerus memberikan arahan kepada siswa dalam pembiasaan hidup bersih dan sehat menjadi budaya mutu sekolah yang bersih dan sehat. Tak kalah penting adalah mengubah cara pandang warga sekolah dalam menangani sampah tak menjadikan sampah itu masalah tapi berkah.

SMP Widya Sakti yang bernaung dibawah bendera Yayasan Widya Sakti, saat ini memiliki student body 781 siswa, didukung 46 guru terdiri daeri 3 PNS, 13 GTY dan sisanya adalah guru honor dengan klasifikasi pendidikan rata-rata S1. SMP Widya Sakti yang sudah berumur 41 tahun, juga dikenal gudangnya atlet silat, panahan dan seniman.

Terbukti Teater Paros SMP Widya Sakti memborong sejumlah juara pada lomba operet Piala Gubernur Bali 2019 serangkaian Hari Puputan Margarana 20 November 2019. Tim Taeter Paros tampil sebagai artistik terbaik, sutradara terbaik, aktris terbaik II atas nama Sang Ayu, aktris terbaik I atas nama Narita, aktor terbaik II atas nama Sumantra, dan aktor terbaik I atas nama Bagus Manik.

Atas prestasi yang diraih, Teater Paros dibawah binaan Ni Kadek Indra Dewi, SE., MM., keluar sebagai juara umum dan berhak atas piala bergilir Gubernur Bali. Prestasi ini sekaligus sebagai kado terindah HUT ke-74 PGRI dan Hari Guru Nasional 2019.(tis/bpn)