BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Mewujudkan pilkada yang aman, damai, lancar dan kondusif pada 2020 mendatang, Dit. Intelkam Polda Bali dan KPU Provinsi Bali serta dinas terkait menggelar kegiatan tatap muka. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Aston Denpasar, pada Kamis (12/12/2019) itu juga membahas pencalonan mantan napi menjadi kepala daerah.

Direktur Intelkam Polda Bali Kombes Wahyu Suyitno mengaku bangga dengan masyarakat Bali jika dalam pelaksanaan pileg/pilpres 2019 lalu, Bali mendapatkan predikat terbaik nomor 2 se-Indonesia. “Itu semua karena sinergitas antara penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu) dengan Polri sebagai pelaksana pengamanan bekerjasama dgn TNI dan instansi terkait, didukung  seluruh komponen masyarakat dan parpol peserta pemilu sudah sangat baik  sehingga Bali tetap kondusif,” ujarnya, seraya mengajak masyarakat bersama-sama mewujudkan Pilkada 2020 di 6 kabupaten/kota di Bali agar aman, damai, lancar dan kondusif.

Sementara Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan menambahkan, jika Bali bisa meraih peringkat kedua nasional dalam pelaksanaan pemilu, dikarenakan partisipasi masyarakat mencapai 82 persen. “Tidak hanya itu, pada saat penghitungan suara, Bali adalah provinsi pertama yang berani tampil dalam penghitungan suara,” imbuhnya.

Baca Juga :  Jaga Eksistensi Bahasa Indonesia, HMJ BSID Undiksha Akan Gelar Festival Bahasa dan Sastra 2020

Menurut Dewa Agung, bila saat ini sudah mulai masa pencalonan. Dan terkait hal itu, Makamah Agung (MA) telah memutuskan narapidana (napi) boleh mencalonkan diri dalam pemilu setelah 5 tahun keluar dari penjara. “Tapi sampai saat ini di Bali belum pernah terjadi mantan napi yang menjadi calon dalam Pilkada,” tegasnya.(yn/bpn)