Hosting Unlimited Indonesia

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – SMA PGRI 2 Denpasar sebagai duta Kecamatan Denpasar Barat, Kamis (3/10/2019), dinilai tim Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Kota Denpasar. Tim penilai diketuai Sridati diterima Kepala SMA PGRI 2 Denpasar, I Komang Arta Saputra, S.Pd., M.Pd., didampingi Ketua YPLP kota PGRI Denpasar, Drs. Nengah Madiadnyana, MM., Ketua PGRI Kota Denpasar, Drs. I Nyoman Winata, M.Hum., Perbekel Desa Tegal Kerta, Perbekel Tegal Harum, Ketua Komite SMA PGRI 2 Denpasar, serta Pembina SMA PGRI 2 Denpasar, AA Gde Netra, S.Sos. Juga seluruh kasek di lingkungan YPLP PGRI Kota Denpasar.

Tim penilai disambut yel-yel sekolah sehat dan UKS serta yel-yel SMA PGRI 2 Denpasar. Saat itu juga ditampilkan paduan suara Regrisma membawakan Mars UKS dan lagu “Kembang Bintang’’, serta aneka hasil olahan jamu.

Kasek Arta Saputra mengungkapkan, mempersiapkan diri dengan matang mengikuti penilaian LSS ini sehingga SMA PGRI 2 Denpasar tampil maksimal. Ia menyebutkan, keberadaan sekolah sehat sudah menjadi keseharian warga SMA PGRI 2 Denpasar.

Halaman sekolah rindang dan sangat tertata, serta pada sisi timur yang berbatasan dengan Tukad Teba dipoles cantik. Pemkot Denpasar turut membantu melestarikan Tukad Teba dengan menurunkan tim DLHK tiap Jumat melakukan aksi bersih di Tukad Teba. Ia berharap, ke depan Tukad Teba bisa menyerupai “Tukad Korea” di Pasar Badung.

Terkait sarana, seluruh kelas di SMA PGRI 2 dilengkapi AC. Sanitasi juga sangat baik, termasuk untuk tempat cuci tangan ada di tiap gedung sekolah. Ini dilakukan untuk membiasakan swarga sekolah pola hidup bersih dan sehat. Siswa SMA PGRI 2 Denpasar juga aktif memilah sampah dan membuat kompos. Kebersihan juga bekerjasama dengan lingkungan serta tersedia Tanaman Obat Sekolah (TOS).

Untuk kegiatan UKS, di SMA PGRI 2 Denpasar ada pokja kelompok remaja pelopor kesehatan. Mereka rutin melakukan penjaringan berat dan tinggi badan siswa. Termasuk sosialisasi di kelas terkait pendidikan kesehatan dan membuat jamu tradisional. Juga mengarahkan menu makanan sehat di kelas dan penyuluhan teman sebaya.

Pada pokja kelompok pria sehat aktif membuat kerajinan tangan. Juga ada pokja olahraga kesehatan, pokja keamanan pangan sekolah yang aktif sosialisasi makanan sehat di kantin. Pokja sanitasi, pokja peduli lingkungan dan jumatik. Juga ada pokja kelompok spritual yang memimpin persembahyangan bersama tiap pagi sebelum pembelajaran dimulai serta aktif dalam kegiatan yoga.

Pokja pengelola sampah dan limbah, bekerjasama dengan bank sampah. Juga ada kelompok kewirausahaan yang aktif mengolah sampah plastik dan botol tiap Jumat menjadi rupiah. Juga pokja tanaman obat dan pangan sekolah.

Arta Saputra didampingi Wakasek Kurikulum, I Made Purwa Kusuma, S.Pd., M.Pd.; Wakasek Kesiswaan, Drs. I Ketut Mader, M.Pd.; Wakasek Sarpras, I Nyoman Suarta, S.Pd., M.pd.; dan Wakasek Humas, AA Ayu Seriati, SP., M.Si., menambahkan, sekolahnya memiliki 23 ruang belajar, satu lab fisika, lab kimia, lab biologi, lab komputer, lab pariwisata, dan perpustakaan. Semua kegiatan ektra siswa dipusatkan di wantilan. Sekolah juga menyiapkan parkir yang luas serta wifi gratis.

Ketua Tim Penilai LSS, Sridati menegaskan, bahwa SMA PGRI 2 Denpasar adalah sekolah lengkap. Selain unggul dalam fasilitas, suasana sekolah yang hijau, bersih, sejuk dan aman. LSS bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pentingnya hidup sehat, bukan semata-mata meraih juara. Penilaian meliputi kelengkapan administrasi, fisik sekolah, program sanitasi, kantin sehat, serta mewujudkan gerakan masyarakat hidup sehat. (tis/bpn)

loading...