BALIPORTALNEWS.COM – Atlet UGM berhasil membawa pulang tiga medali dari cabang olahraga (cabor) Judo dan E-Sport dalam Pekan Olahraga Mahasiswa (POMNAS) XVI tahun 2019.

Dalam kegiatan yang digelar di Jakarta pada 19-26 September 2019 ini, tim Judo UGM berhasil meraih medali perak dan perunggu. Medali tersebut dipersembahkan oleh Rayna Ahmadasfran Hadiyantono (Sekolah Vokasi) yang meraih medali perak dari kelas 81 kg putra. Berikutnya medali perunggu diraih dari kelas 48 kg putri oleh I Gusti Agung Dyah Cahyaninggrat (Fakultas Psikologi).

Dyah mengatakan dalam POMNAS tersebut dirinya dan Rayna terpilih mewakili BAPOMI DIY untuk bertanding di cabor judo bersama 2 mahasiswa lainnya dari UNY. Secara total medali yang berhasil diperoleh kontingen Judo DIY adalah 2 perak dan 1 perunggu.

“Dalam kompetisi itu seluruh peserta bersaing untuk mengalahkan lawan dengan berbagai teknik bantingan seperti wajari dan ippon,” jelasnya, saat dihubungi Senin (23/9/2019) saat masih berada di Jakarta.

Dia menyebutkan prestasi yang diraih sebenarnya meleset dari target yang telah ditetapkannya yakni medali emas. Kendati begitu, dia tetap bersyukur atas hasil yang berhasil dicapai.

Baca Juga :  Wisuda Universitas Dwijendra, Sarjana Harus Mampu Beradaptasi dan Berinovasi di Tengah Pandemi Covid-19

“Kemarin targetin emas, tetapi kalah di semifinal saat bertemu senior yang langganan juara. Kedepan saya akan berlatih lebih giat lagi agar bisa meraih hasil yang lebih baik lagi,” tuturnya.

Sementara itu, dari cabor E-Sport, Ramandya Ikhsanul Hakim mahasiswa Fakultas Peternakan UGM, yang menjadi satu-satunya wakil BAPOMI DIY turut menyumbangkan medali. Dia berhasil menyabet medali perunggu dalam Esport Game Fifa 19.

“Kompetisi kemarin sifatnya single match offline game Fifa 19, sistem round robin atau liga dengan seluruh kontingen dari provinsi lain,” terangnya.

Hakim menyebutkan E-Sport ini merupakan cabor yang baru pertama kalinya dipertandingkan dalam POMNAS. Mengikuti event ASEAN GAMES yang mulai mempertandingkan cabor ini. Pada POMNAS kali ini cabor E-Sport diikuti enam provinsi, yaitu DIY, DKI, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, serta Kalimantan Utara.

“Saya mendapatkan 10 poin dan yang tertinggi diperoleh Jawa Timur dengan 12 poin lalu posisi dua Kalimantan Timur dengan 12 poin juga,” jelasnya.

Pada POMNAS tahun ini BAPOMI DIY mengirimkan 83 atlet dari beberapa perguruan tinggi DIY untuk berlaga di 15 cabang olahraga dan 1 cabang olahraga eksibisi. Sementara dalam POMNAS XVI mempertandingkan 19 cabang olahraga dan 4 cabang olahraga eksibisi. Diikuti oleh 6.441 atlet dan 1.536 ofisial yang berasal dari 34 provinsi. (ika/humas-ugm/bpn)