Hosting Unlimited Indonesia

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Desa Sanur Kauh berupaya keras agar pariwisata di Sanur Kauh semakin dikenal oleh masyarakat luas. Salah satunya dengan diadakannya event tahunan Pesona Budaya Mertasari 4 yang akan dibuka pada tanggal 11-14 Juli 2019 mendatang di Pantai Mertasari Sanur.

Dalam konferensi pers, Minggu (7/7/2019) kemarin di Warung Madu Sedana, dijelaskan bahwa event yang sudah digelar ke-4 kalinya tersebut akan mengusung tema “Asta Brata”. Dalam ajaran agama Hindu, Asta Brata memiliki arti delapan ajaran utama tentang kepemimpinan yang disimbolkan dengan sifat-sifat dari dewa yang patut dijadikan pedoman bagi setiap pemimpin.

Perbekel Desa Sanur Kauh, I Made Ada, S.Sos, mengatakan Pesona Budaya Mertasar 4 tahun ini sebagai wadah meningkatkan potensi Desa Sanur Kauh. Dimana dampak dari adanya event Pesona Budaya Mertasari ini menjadi penyemangat bagi banjar-banjar di Desa Sanur Kauh untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menampilkan potensi yang ada di wilayahnya.

“Semenjak diadakannya Pesona Budaya Mertasari, pemuda-pemudi hingga lansia mulai aktif melakukan kegiatan di banjarnya seperti belajar menabuh, menari, megenjek sehingga ada beberapa banjar sudah siap tampil di Pesta Kesenian Bali ke-41 tahun ini,” tambah Made Ada.

Ketua Panitia, I Made Sudiana, Amd.Par yang juga selaku Ketua Karang Taruna Yowana Kerthi Bhuana Desa Sanur Kauh, menjelaskan alasan Asta Brata diusung sebagai tema Pesona Budaya Mertasari 4 karena tahun 2019 dikenal sebagai tahun politik, dimana pada tahun ini kita sudah sukses melaksanakan pesta demokrasi untuk pilpres dan pileg.

“Harapannya adalah pemimpin yang terpilih di tahun 2019 ini dapat mengilhami sifat-sifat kepemimpinan yang ada di Asta Brata,” tegas Made Sudiana.

Untuk diketahui, Pesona Budaya Mertasari 4 yang digelar selama 4 hari ini, terhitung dari tanggal 11 – 14 Juli mendatang menargetkan total pengunjung sebanyak 25.000 orang. Pengunjung akan disuguhkan dengan pagelaran budaya yang tentunya sangat menarik dan menghibur.

Pada kesempatan itu, Desa Sanur Kauh juga akan memperkenalkan Prasasti Blanjong yang terletak di Pura Blanjong yang belum diketahui oleh masyarakat Bali. Prasati Blanjong merupakan prasasti yang dibuat dari bahan batu padas yang memiliki ukuran dengan tinggi 117 cm dan diameter sekitar 62 cm.

Selain itu, Pesona Budaya Mertasari 4 tahun ini akan menampilkan Joged Bumbung Klasik yang memiliki pakem-pakem jogeg bumbung asli yang jauh dari imej negatif.

“Dengan menampilkan joged bumbung klasik, kita berharap dapat mengubah imej negatif dari joged bumbung itu sendiri,” tambah Made Sudiana.

Dari segi kuliner, selama pagelaran berlangsung akan diisi oleh 37 stand berbagai masakan tradisional dan modern dari UMKM yang ada di Denpasar. Tidak lupa juga akan ditampilkan cara ngelawar yang benar dan menarik bagi generasi milenial.

Untuk hari ketiga, diisi dengan pemilihan Teruna Teruni Sanur Kauh yang akan menjadi duta pariwisata di Desa Sanur Kauh. Dilanjutkan pada hari terakhir akan dihibur oleh band-band lokal Bali, seperti : penyanyi cilik Gayatri Pradnyaswari, Pakedek Pakenyem Band Sanur, BOQ Band, Nyi Pelet Berdusta Band, Bali Reggae Boys, Tropical Forrest, Smallaxe dan Joni Agung & Doublet T.

Pesona Budaya Mertasari 4 kali ini didukung oleh beberapa sponsor seperti : Dhana Print, Tenda Bali Komang, Warung Madu Sedana, MS Fit, BPR Sanur, Biznet, Aqua, LPD Intaran, LPD Penyaringan, Sari Mertha Sedana, Sampik Costume, Agung Suyoga, Widhana Konfeksi. Untuk media partner acara ini didukung oleh Radar Bali, Bali Post, Nusa Bali, Denpost, Tribun, The Beat Magazine, Info Bali, Info Bali News, Info Densel, Denpasar Viral, Taksu Bali, Kabar Badung, Denpasar Now, Info Denpasar, Taksu Denpasar, Info Sanur Kauh, Punapi Bali, Bali Portal News, Bali Travel News dan Punapi Bali.

“Semoga dengan adanya event tahunan Pesona Budaya Merthasari dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Desa Sanur Kauh pada khususnya dan Bali pada umumnya,” tutup Made Sudiana.(tis/bpn)

loading...