BALIPORTALNEWS.COM – 1000 Tenda Kaldera Toba Festival yang dilaksanakan 28 – 30 Juni 2019 itu pun telah selesai dilaksanakan. Pengunjung yang datang dan terdaftar di panitia mencapai 4382 orang. Mereka ada dari Papua, Manado, Makassar, Banyuwangi, Bandung, Bogor, Palembang, Jambi, Padang, Pekanbaru dan Aceh. Mayoritas memang masih banyak berasal dari kabupaten/kota di Sumatera Utara, seperti dari Rantau Parapat, Medan, Langkat, Tanjung Balai, Kisaran, P.Sidempuan, Pematangsiantar dan tempat lainnya.

Kebanyakan dari mereka adalah anak muda yang cinta alam, suka berdiskusi dan senang traveling. Banyak juga yang berkeluarga, datang membawa istri dan anaknya. Panitia 1000 Tenda juga sudah membuat pengumuman dan postingan penutupan pendaftaran pada Sabtu, 29 Juni sejak pukul 08.00 WIB, namun para pengunjung semakin ramai berdatangan.

“1000 Tenda kali ini memang memberikan energi baru buat panitia dan para peserta kita, dimana kita memiliki 7 topik pelatihan dan diskusi yang dimulai sejak pagi sampai sore hari. Selain konsep baru yang diusung lokasi kali ini juga menjadi destinasi baru pelaksanaan Festival 1000 Tenda,” ujar Siparjalang – Direktur Festival 1000 Tenda Kaldera Toba.

Baca Juga :  UGM Gelar Wisuda Secara Daring dan Luring

Siparjalang juga mengatakan, selain hal baru di atas kami juga menyuguhkan pengisi acara yang keren dan juga banyak yang baru pertama kali tampil di 1000 Tenda. Contohnya, seperti Punxgoaran yang terkenal dengan single Sayur Kol, lalu ada juga DJ Putracracy, Bob Nakal, Sneak, Dispencer, Bilang Hip Hop, Diknal and Friends, Hanna Pagiet, dll. Selain itu, ada juga penampilan band di Toba Samosir, seperti Marthin amd Friend dan Namodos Band. Lalu ada penampilan seni budaya dari Anak-Anak Desa Meat, Sanggar Sibolang, Sanggar Karang Taruna Tampahan dan Sanggar Siboru Najenges.

“Kondisi di lapangan memang sangatlah dinamis, dimana ketika ramai pengunjung, maka lokasi tenda pun semakin sempit. Lalu, toilet umum pun tidak memungkinkan untuk menampung pengunjung dam akhirnya sesuai komunikasi di awal bersama masyarakat, semua kamar mandi rumah penduduk bisa digunakan peserta dan juga sudah dibicarakan langsung kepala desa kepada penduduk,” tambah Siparjalang.

Lokasi pelaksanaan 1000 Tenda juga kita upayakan untuk tetap bersih, dimana di pendaftaran kita menulis dan memeriksa barang bawaan peserta dan memeriksa sampahnya ketika pulang. Kita juga selalu mengumumkan untuk membersihkan sampah di sekitar mereka. Bahkan pasca lokasi ditinggalkan ribuan peserta, lokasi tenda dalam kondisi bersih tanpa sampah. Lalu kita membuat spanduk dari kain blacu yang dilukis yang bertuliskan jangan buang sampah sembrangan, bawa pulang sampah, jangan buang sampah ke Danau Toba, dll.

Baca Juga :  Baliportalnews.com Raih Penghargaan dari Kanwil DJP Bali

“Rumah Karya Indonesia sebagai organisasi yang menginisiasi 1000 Tenda Kaldera Toba Festival, berusaha mengkolaborasikan pekarya untuk melatih anak-anak di Desa Meat untuk tarian tortor. Lalu anak-anak tampil dalam acara 1000 Tenda,” ujar Ojax Manalu – Direktur Rumah Karya Indonesia.

Dalam tiap festival yang kita inisiasi, kita juga berusaha melibatkan masyarakat masuk dalam stuktur kepanitiaan, dimana bisa saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Kita juga berusaha mendorong masyarakat untuk melihat peluang di desa mereka, seperti peluang destinasi wisata, peluang ekonomi dan peluang lainnya.

Ojax Manalu menambahkan, dalam 1000 Tenda, kita juga berusaha masyarakat bisa mendapat untuk secara ekonomi dan sosial dari kegiatan ini. Dimana dari seluruh biaya registrasi, kita menyerahkan 50% uang registrasi kepada masyarakat desa.

Kita juga tidak lupa berterimakasih kepada seluruh peserta, seluruh komunitas, pengisi acara, narasumber dan pihak terkait yang mendukung, seperti Pemerintah Kabupaten Toba Samosir dan Friedrich Ebert Stiftung yang sudah mendukung program Rumah Karya Indonesia.

Kita juga meminta maaf di tengah kondisi, kendala dan keterbatasan yang terjadi di lapangan. Kami juga berusaha memberikan yang terbaik dan selalu berusaha tiap tahunnya lebih baik, menawarkan sesuatu yang baru dan memiliki dampak.(r/bpn)