Hosting Unlimited Indonesia

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) dan Perhimpunan Pemuda Hindu (PERADAH) Indonesia melaksanakan Focus Group Disccussion (FGD) yang bertujuan memetakan permasalahan bangsa dan Hindu khususnya untuk dijadikan aspirasi bersama.

FGD ini memiliki tiga pembahasan utama yang masing-masing akan dibahas oleh Letjen TNI (Purn) Dr. I Wayan Midhio, M.Phil (Rektor Universitas Pertahanan 2015 – 2018), I Gusti Putu Artha (Komisioner KPU 2007 – 2012), dan I Made Andi Arsana (Dosen Universitas Gajah Mada).

“Pertama kita ingin mengevaluasi program kerja pemerintah dan efektifitas Kabinet Kerja Jokowi-JK selama kurang lebih 5 tahun, yang akan menjadi proyeksi terhadap proses penyelesaian permasalahan bangsa 5 tahun mendatang,” ungkap I Gede Ariawan selaku Ketua Umum DPN Peradah Indonesia (1/6/2019) di Gedung Dharma Sevanam, Jakarta.

Pembahasan kedua yakni membaca permasalahan dan tantangan bangsa serta memetakan portofolio kabinet selama 5 tahun mendatang, pembahasan ini akan dijadikan rekomendasi kepada pemerintah terpilih nantinya dalam menetapkan program kerja selama 5 tahunan.

“Pembahasan ketiga, menyusun kriteria yang wajib dimiliki oleh para pejabat kabinet nantinya dan memetakan permasalahan umat Hindu yang akan dijadikan aspirasi terhadap pemerintahan terpilih,” ungkap I Kadek Andre Nuaba selaku Ketua Presidium PP KMHDI.

Pointer yang disusun sebagai hasil FGD diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintahan nantinya dan masyarakat dalam menilai dan turut mengawal proses penyusunan kerangka kerja pemerintahan selama lima tahun ke depan.

“Sebagai bagian dari bangsa, KMHDI dan PERADAH juga ingin menyuarakan persoalan yang dihadapi oleh umat Hindu dan akan dijadikan aspirasi bersama kedepannya. Agar paling tidak publik bisa turut mengawal proses penyelesaian permasalahan in,” tutup Andre. (humas-kmhdi/bpn)

loading...