BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) meyerukan aksi damai serentak yang akan dilaksanakan tanggal 22 Maret 2019 di 51 titik di 20 provinsi.

Ketua Presidium Pimpinan Pusat KMHDI I Kadek Andre Nuaba mengungkapkan, aksi damai tersebut memiliki tujuan yang komperhensif untuk mewujudkan Pemilu yang damai dan menyenangkan.

“Rakyat sudah terlalu jenuh dengan praktik-praktik politik kotor, kampanye yang tidak subtantif dan provokatif. Untuk itu KMHDI akan turun aksi untuk mengkampanyekan kembali politik sehat dalam mewujudkan Pemilu damai,” ungkap Andre di Jakarta (20/3/2019).

Rencananya KMHDI akan menyuarakan 5 tuntutan yang direfleksikan dari kondisi politik Indonesia yang tidak sehat menjelang Pemilu nanti.

“Kita harus eling kepada tujuan kenapa Negara Kesatuan Republik Indonesia ini harus dibentuk dan dimerdekakan, politik elektoral kita masih terlalu liar dan rakyat hanya dijadikan objek politik 5 tahunan. Untuk itu dekomrasi Indonesia harus dikembalikan pada semangat Pancasila kita,” sambung Andre.

Selain itu, Pemilihan legislatif dan Presiden yang dilaksanakan secara serentak menurutnya belum tersosialisasikan secara optimal, untuk itu KMHDI merasa penting untuk turun langsung ke basis untuk mensosialisasikannya.

“Jangan sampai Pemilu serentak untuk pertama kalinya ini menjadi trial for error yang kemudian hanya merugikan bangsa,” ungkap Andre lagi.

Aksi damai serentak ini juga akan mengkampanyekan kepada para millennial untuk terlibat dalam proses penentuan pemimpinnya 17 April 2019 mendatang.

“Ada 78% millennial yang masih apatis terhadap politik di Indonesia, sebagai organisasi pengkaderan yang kadernya adalah millennial, KMHDI akan menjadi jawaban kepada kaum ini, sekaligus secara terbuka mengajak seluruh mahasiswa di Indonesia untuk melakukan aksi serupa guna mencerdaskan kehidupan anak bangsa,” tutup Andre. (humas-kmhdi/bpn)

loading...