Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Duryudana yang merupakan saudara tertua Korawa harus merelakan 99 adiknya gugur di medan pertempuran Kurusetra. Hal inilah yang memastikan bahwa Duryudana harus perang tanding di medan laga Bratayuda melawan Bima yang bersumpah untuk memukul paha Duryudana lantaran dulu pernah memangku Dewi Drupadi. Di akhir peperangan, 100 Korawa harus mengakui kekalahan dan menyerahkan Kerajaan Astina Pura kepada Pandawa.

Wiracerita Gugurnya Duryudana tersebut dikemas dalam sajian sendratari dengan gerak tari nan apik yang dipadukan dengan penokohan dalang dalam balutan harmoni gambelan menambah sempurna penampilan Gong Kebyar Dewasa (GKD) Arsa Winangun, Desa Pakraman Poh Gading, Duta Kota Denpasar saat ‘mebarung’ dengan Sekaha Gong Kebyar Dewasa  Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Warmadewa, Duta Provinsi Bali di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art,  Center, Denpasar, Sabtu (14/7/2018) malam.

Baca Juga :  Kota Denpasar Ikuti Pekan Daerah KTNA XXVII Tahun 2024 Tingkat Provinsi

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, serta pimpinan OPD di Lingkungan Pemkot Denpasar guna memberikan dukungan langsung bagi Duta GKD Kota Denpasar. Adapun materi yang dibawakan Sekaa Gong Kebyar Dewasa Arsa Winangun yakni Tabuh Pat Lelambatan Kreasi Langlang Linggah, Tari Kebyar Terompong, Tari Kreasi Wangsa Gata, serta sebagai penampilan pamungkas turut dibawakan Sendratari Mahabrata dengan judul Gugurnya Duryudana.

Kordinaor Sekaa, I Ketut Suwanditha saat diwawnacarai usai pementasan mengatakan bahwa secara intensif persiapan telah dilakukan sejak enam bulan  yang lalu. Hal ini mengingat banyaknya materi yang tenu harus dimaksimalkan. “Walaupun pementasan Gong Kebyar bersifat parade, namun sebagai seniman yang akan pemntas di gelaran seni terbesar di Bali hendaknya hartus menampilkan pementasan yang berkualitas sebagai wujud pelestarian dan [engembangan seni budaya Bali,” ungkapnya.

Baca Juga :  Workshop K-MBSS Dorong Pengembangan Layanan Kesehatan Wellness dan Estetika di RSUD Prof. Ngoerah

Lebih lanjut dikatakan, GKD yang melibatkan sedikitnya 100 seniman lebih ini tentunya menjadi gambaran perkembangan seni dan budaya di Kota Denpasar. Terkait dengan kendala, pihaknya mengatakan bahwa secara teknis maupun penguasaan materi tidak begitu berarti. Hal ini lantaran para seniman yang terlibat hampir merata merupakan praktisi di bidang seni tabuh, tari dan pedalangan.

“Kalau terkait materi secara prinsip tidak ada masalah, namun demikian perlu dilakukan pendalaman bagi para penabuh dan penari agar materi yang dibawakan memiliki rasa tersendiri bagi para penikmat sehingga tidak hanya asal gerak atau asal menabuh saja, melainkan haru ada rasa dan penjiwaan dalam seni,” pungkasnya.

Baca Juga :  Dealer Asia Motor Jalin Keakraban Konsumen Lewat “Stylo Fashion Ride”

Sementara, Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengapresiasi apiknya penampilan GKD Arsa Winangun Duta Kota Denpasar. Selain itu, tema Sendratari yang diambil dari Epos Wiracerita Mahabrata tentu sangat baik bagi masyarakat. Hal ini lantaran selain menikmati seni sebagai hibura, masyarakat juga dapat memetik nilai-nilai kehidupan dalam cerita Mahabrata.

“Mewakili Pemkot Denpasar saya mengucapkan selamat dan sukses serta berterimakasih kepada GKD Arsa Winangun dan duta kesenian lainya yang telah mengharumkan Kota Denpasar sebagai kota berwawasan budaya dengan berpenampilan apik di ajang PKB tahun 2018 ini,” pungkas Jaya Negara. (ags/humasdps/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News