Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM – Tahun ini, pelaksanaan ujian nasional (UN) SMA dan SMK dilangsungkan pada waktu yang berbeda. Pelaksanaan UN diawali dengan UN tingkat SMK yang dilaksanakan serentak mulai Senin (2/4) mendatang.

UN SMK akan berlangsung selama empat hari, sampai Kamis (5/4) mendatang. Sementara untuk pelaksanaan UN SMA akan dilaksanakan mulai Senin (9/4) mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani, mengungkapkan, jumlah peserta UN SMK di Bali tahun ini sebanyak 30.283 dari total 169 SMK negeri dan swasta. Ia menyebutkan jumlah SMK yang melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun ini lebih banyak dari sekolah yang menyelenggarakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP).

‘’Tahun ini, SMK yang mengikuti UNBK lebih banyak, yakni 165 sekolah atau 97,63 persen dari jumlah total sekolah. Sementara tahun lalu hanya 60 persenan SMK yang menyelenggarakan UNBK. Itu artinya, tahun ini, hanya ada empat SMK atau 2,37 persen sekolah yang mengikuti UNKP,’’ ucap TIA Kusuma Wardhani, Jumat (30/3/2018) kemarin.

Baca Juga :  Gubernur Pastika Hadiri Penyineban Karya Ida Betara Turun Kabeh di Pura Besakih

Empat sekolah yang masih menyelenggarakan UNKP itu adalah SMK di Karangasem, yakni SMKN 1 Kubu, SMK Nusa Dua Toya Anyar, SMKN 1 Amlapura dan SMKN I Bebandem. Keempat SMK itu tidak bisa menyelenggarakan UNBK karena masih terkendala sarana. Naskah soal UNKP dan LJK untuk empat sekolah yang menyelenggarakan UNKP sudah didistribusikan ke Karangasem, Jumat kemarin dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dari Polda Bali.

TIA Kusuma Wardhani menambahkan, mata pelajaran yang diujikan dalam UN SMK adalah bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris, dan teori kejuruan. Tiap mata pelajaran dialokasikan waktu 120 menit atau dua jam.

Baca Juga :  Gubernur Koster Ajak KAI Berjuang Mengkaji Regulasi Ramah Produk Impor

Pelaksanaan UNKP dimulai pukul 10.30 – 12.30. Sementara untuk pelaksanaan UNBK dilaksanakan dalam tiga sesi. Sesi pertama dimulai pukul 07.30 – 09.30. Dilanjutkan sesi kedua mulai 10.30 – 12.30, dan sesi ketiga dimulai pukul 14.00 – 16.00.

TIA Kusuma Wardhani menuturkan sekolah harus menjadi zona berintegritas dan menjauhi praktek kecurangan dalam pelaksanaan UN. ‘’Mari bersama kita jauhkan kecurangan dalam ujian. Kita jadikan sekolah sebagai zona berintegritas,’’ ujar TIA Kusuma Wardhani.

Dia mengatakan kesuksesan generasi emas dilakukan lewat kejujuran, kerja keras, percaya diri, dan doa. Karena, itu dia meminta peserta ujian dan sekolah menjauhkan diri dari praktek kecurangan. ‘’Selamat mengikuti ujian nasional bagi siswa-siswi di SMK. Tunjukkan prestasi hasil belajarmu. Jadilah siswa yang percaya diri dan menjunjung tinggi kejujuran,’’ ucapnya. (tis/bpn)