Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM – Guru Besar Fakultas Kedokteran UGM ini dinilai memiliki kontribusi dalam upaya memperjuangkan dan mengisi kemerdekan Indonesia melalui bidang kesehatan dan pendidikan.

Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Regional dalam rangka pengusulan gelar pahlawan nasional bagi Prof.Dr.dr. Sardjito yang berlangsung Kamis (25/1/2018) di Balai Senat UGM. Seminar digelar untuk mengumuplkan data dan masukan dalam penyusunan naskah akademik pengusulan gelar pahlawan nasional bagi Rektor pertama UGM ini.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menyambut gembira atas pengusulan gelar pahlawan nasional untuk Sardjito.

“Saya menyambut gembira dan mendukung pengusulan gelar pahlawan nasional bagi Prof.Dr.dr.Sardjito,” kata Sultan HB X dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Gubernur DIY Paku Alam X.

Baca Juga :  Kadis Suwarmawan: Pentingnya Optimalisasi Media Sosial Sebagai Branding Organisasi

Sultan menyampaikan bahwa pengusulan ini penting dilakukan. Sardjito telah banyak mendapatkan penghargaan seperti tanda jasa pahlawan, bintang mahaputera tingkat I dan lainnya.

Pemberian gelar pahlawan nasional ini , kata Sultan tentunya berpedoman pada UU No. 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan tanda Kehormatan, khususnya pasal 26. Dalam pasal tersebut menjelaskan gelar diberikan kepada seseorang yang telah meninggal dunia dan yang semasa hidupnya pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Dengan peran yang sangat besar di masa kemerdekaan Prof.Dr.dr. Sardjito layak diberi anugerah sebagai pahlawan nasional. Mudah-mudahan pengusulan gelar pahlawan nasional ini dapat berjalan lancar,” pungkasnya.

Rektor UGM Prof.Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D. Eng., mengatakan Prof.Dr.dr. Sardjito merupakan sosok yang sejak muda dikenal pandai, tekun dan memiliki semangat di bidang kesehatan dan pendidikan. Melalui bidang kesehatan ini menghantarkan Sardjito berperan aktif sejak perang kemerdekaan hingga setelah kemerdekaan.

“Prof. Sardjito merupakan alumni STOVIA yang berddikasi tinggi dan mempunyai segudang prestasi. Dengan kemampuan tersebut tidak lantas meninggalkan perannya sebagai putera bangsa,” jelasnya.

Dalam masa revolusi fisik dan penuh dengan keterbatasan, Sardjito menyupali obat-obatan dan membuat makanan berbagai vaksin serta bervitamin yang dikenal dengan Biskuit Sardjito bagi TNI yang tengah berperang. Dedikasi dalam bidang pendidikan ditunjukkan dalam pendirian UGM dan membina serta mengembangkan Universitas Islam Indonesia.

Baca Juga :  Maknai Kebaikan Ramadan, Ribuan Mitra Pengemudi Shopee se-Indonesia Berbagi Takjil

Panut mengatakan Sardjito mempunyai nilai keteladanan dan pemikiran yang harus dijaga antara lain pengabdian, penelitian yang harus mengarah pada kemanusiaan, menjaga etika penelitian, dan perguruan tinggi harus mencerminkan kebudayaan Indonesia. Dia berharap keteladanan tersebut dapat mengisnpirasi generasi muda dalam pengabdian pada bangsa dan negara.

“Atas dasar perjuangan dan pengorbanan Prof.Sardjito yang begitu besar tersebut kami mengusulkan beliau memperoleh gelar pahlawan nasional,” paparnya. (ika/humas-ugm/bpn: foto: firsto)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News